Suara.com - Indonesia menyumbang satu juta kasus Covid-19 dari total 100 juta yang sudah dilaporkan secara global.
Dilansir Anadolu Agency, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia melampaui angka 100 juta pada Selasa, berdasarkan data terbaru dari Universitas Johns Hopkins.
Lebih dari 25,3 juta kasus tercatat di Amerika Serikat sejak dimulainya pandemi. India melaporkan hampir 10,7 juta infeksi dan Brasil melebihi 8,8 juta.
Jumlah kematian global mencapai lebih dari 2,1 juta, di mana 423.000 di antaranya tercatat di AS. Brasil berada di urutan kedua dalam daftar itu dengan sekitar 217.000 kematian, disusul oleh lebih dari 153.000 di India.
Perusahaan farmasi AS Moderna pada Senin mengumumkan bahwa vaksinnya tampaknya bekerja melawan jenis virus B.1.1.7 yang ditemukan di Inggris, namun kurang efektif terhadap B.1.351 yang ada di Afrika Selatan.
Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech, bekerja melawan 15 kemungkinan mutasi virus.
Namun, menurut sebuah penelitian yang dirilis 7 Januari, E484K, mutasi lain di Afrika Selatan, tidak termasuk varian yang diuji.
Sementara itu di hari yang sama, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan total pasien Covid-19 di Indonesia telah menebus angka satu juta kasus.
Budi mengatakan, menyentuhnya satu juta kasus di Indonesia, terdapat dua momen penting yang disadari oleh seluruh masyarakat. Pertama, yaitu momen berduka. Hal ini karena kasus Covid-19 di Indonesia telah banyak memakan korban baik masyarakat dan tenaga kesehatan yang bertugas.
Baca Juga: Satu Juta Kasus Covid-19 Indonesia, Kemenkes: Rumah Sakit Kritis!
"Ada banyak saudara-saudara kita yang sudah wafat, ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang juga sudah gugur dalam menghadapi pandemi ini, dan mungkin sebagian dari keluarga dan teman dekat," ucap Budi, Selasa (26/01/2021).
Momen kedua, ia mengatakan, masyarakat dan pemerintah harus sadar dan bekerja keras untuk terus mengurangi laju penularan Covid-19. Angka satu juta mengharuskan rakyat dan pemerintah harus bekerja keras lagi dalam melakukan beberapa hal agar fasilitas kesehatan tidak memiliki beban terlalu berat. Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini beberapa rumah sakit penuh sehingga tidak bisa menampung pasien Covid-19.
Selain itu dengan menekan penularan virus, pemerintah memiliki waktu yang lebih banyak untuk merespons virus yang ada. Penekanan Covid-19 ini diharapkan secara bertahap mengurangi virus sampai suatu saat dapat hilang.
Budi Menekankan, dalam hal penekanan ini terdapat dua hal yang harus dilakukan. Pertama, masyarakat harus tetep menjaga protokol kesehatan baik memakai masker, mejaga jarak, dan mencuci tangan dengan rutin. Kedua, pemerintah juga harus aktif dalam melakukan tracing (pelacakan), testing (pengecekan), dan isolasi mandiri untuk masyarakat.
Ia berharap, hal ini dapat dilakukan secara bersama agar Covid-19 dapat diatasi dengan baik. Menurutnya juga pemerintah tidak bisa jika jalan sendiri. Oleh karena itu, pemerintah butuh bantuan masyarakat untuk mengatasi hal ini secara bersama-sama.
"Ini tidak bisa dilakukan seorang diri, oleh pemerintah tanpa bersama-sama rakyat, seluruh komponen Bangsa membangun disiplin ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
-
Kasus Covid-19 Naik di Negara Tetangga, DKI Imbau Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
-
Covid-19 Mengintai Lagi? Begini Kondisi Terkini di Jakarta Menurut Dinas Kesehatan
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya