Suara.com - Memperingati Hari Kusta Sedunia 2021 yang jatuh pada Minggu, 31 Januari 2021, Kementerian Kesehatan RI mengungkap ada 16.704 kasus kusta aktif di Indonesia. Mirisnya, dari jumlah tersebut, 9,4 persen di antaranya kasus kusta anak.
Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri Mycobacterium leprae kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, hingga saluran napas. Biasanya ditandai melemahnya atau mati rasa pada tungkai tangan, kaki, dan diikuti lesi di kulit.
"Yang perlu dilihat proporsi kasus baru pada anak, ini 9,4 persen angkanya cukup tinggi, karena masih ada penularan kasus kusta pada anak," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam acara temu media, Jumat (29/1/2021).
Menurut Nadia, adanya kasus kusta pada anak ini menunjukkan tingginya prevalensi kusta di daerah tersebut. Biasanya anak tertular dari orang terdekat yang tinggal di rumah atau pengasuh yang ternyata menderita kusta.
Untuk menemukan kasus kusta aktif pada anak biasanya petugas kesehatan dari puskesmas atau dinas setempat mendatangi sekolah. Tapi akibat kegiatan pembelajaran jarak jauh atau PJJ selama pandemi, hal ini menghambat penanganan penyakit kusta.
Data Direktorat P2PML Kemenkes menunjukkan prevalensi kusta pada 2018 adalah 6,42 persen, 2019 sebesar 6,50 persen, namun pada 2020 hanya sebesar 3,34 persen kasus baru per 100.000 penduduk.
Di mana sepanjang 2020 hanya ditemukan 9.000 kusta aktif. Diperkirakan kasus kusta masih banyak yang tidak terlapor atau tidak terdeteksi, termasuk kusta pada anak.
"Memang untuk tahun 2021 kita sedang melakukan strategi baru khusus, bagaimana mendeteksi dini di anak sekolah. Walaupun kegiatan belajar mengajarnya masih dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), jadi kami akan fokus dulu ke kabupaten kota yang sudah menerapkan anak belajar di sekolah," ungkap Prima Yosephine Hutapea, MKM, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI.
Sedangkan untuk sekolah yang belum membuka sekolah tatap muka, Kemenkes akan lebih dulu melatih petugas atau kader kesehatan yang terjun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi.
Baca Juga: India Teliti Manfaat Obat Kusta untuk Pengobatan Kanker, Ampuhkah?
"Kader ini yang akan masuk ke keluarga, untuk mensosialisasikan ditemukan bercaknya, diamati apakah ada tidak terasa, bagaiamana sensitivitasnya, kita tingkatkan," tutup Prima.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa