Suara.com - Marthin Saba meninggal dunia karena serangan jantung pada Senin (8/2/2021). Penyebab kematian penyanyi itu diungkap oleh pengamat musik Adib Hidayat.
"Berita duka @marthinsaba vokalis dari @kspband meninggal dunia karena serangan jantung. Kabar saya peroleh dari @myDidan dan @kikijuliar. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," tulis Adib di Twitter.
Serangan jantung bisa terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah. Serangan jantung juga termasuk kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kematian.
Karena itu, orang yang mengalami serangan jantung harus segera mendapatkan pertolongan pertama untuk mencegah kematian. Dilansir dari Hellosehat, pertolongan pertama serangan jantung pada diri sendiri dan orang lain pastinya berbeda.
Petolongan pertama pada diri sendiri
1. Hubungi UGD atau layanan darurat medis
Saat Anda sendiri maupun orang lain mengalami gejala serangan jantung, segera hubungi layanan darurat medis untuk mendapatkan pertolongan. Jika kesulitan, Anda bisa menghubungi tetangga terdekat atau teman untuk menghubungi ambulans.
2. Minum aspirin
Penyumbatan pembuluh darah salah satu penyebab utama serangan jantung. Karena itu, Anda bisa menanganinya dengan minum aspirin sebagai pertolongan pertama sebelum ke dokter. Obat ini membantu mencegah terbentuknya gumpalan darah.
Baca Juga: BPOM Setujui Vaksinasi Virus Corona Untuk Lansia, Apa Kata Dokter?
3. Konsumsi nitrogliserin
Obat nitroglisering juga salah satu cara alternatif yang bisa dipilih untuk mengatasi serangan jantung. Tapi, Anda bisa mengonsumsinya berdasarkan resep dokter. Jadi, Anda bisa mengonsumsinya ketika sudah pernah mengalami serangan jantung atau merasakan gejala serangan jantung.
4. Longgarkan pakaian
Saat dada terasa nyeri sebagai gejala serangan jantung, lebih baik Anda melonggarkan pakaian. Karena, pakaian yang dikenakan mungkin membuat dada terasa sakit hingga sesak napas.
5. Hindari panik
Kepanikan yang tidak terkontrol justru bisa memperburuk kondisi atau gejala serangan jantung Anda. Sehingga pastikan Anda tetap tenang sambil melakukan pertolongan pertama dan menunggu bantuan medis.
Berita Terkait
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Jorge Costa, Eri Irianto dan 4 Pemain yang Meninggal Akibat Serangan Jantung
-
Innalillahi! Cristiano Ronaldo Bagikan Kabar Duka Cita
-
Serangan Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Jemaah Haji RI di Tanah Suci
-
Serangan Jantung Bisa Balik Lagi dalam 5 Tahun, Ini Cara Ampuh Menurunkan Risikonya
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS