Suara.com - Temuan ahli yang menyebut seluruh partikel virus Corona di dunia cuma seukuran minuman kaleng menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Kamis (11/2/2021).
Ada juga pembahasan tentang penyebab lambatnya penyebaran Covid-19 di Asia dan dampak polipektomi pada bentuk hidung.
Simak berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com berikut ini ya:
1. Ahli: Seluruh Partikel Virus Corona di Dunia Cuma Sebesar Minuman Kaleng
Seorang ahli matematika telah menghitung bahwa semua partikel virus corona dunia ini, jika terkondensasi, akan masuk ke dalam satu kaleng minuman ringa.
Karya ini menunjukkan seberapa besar kesengsaraan di seluruh dunia ini disebabkan oleh sesuatu yang sangat kecil.
2. Penyebaran Covid-19 di Asia Lambat, Penyebabnya Adalah Protein Ini
Kekurangan protein tertentu, yang lebih umum terjadi di Eropa dan AS daripada di Asia, bisa jadi alasan mengapa penyebaran Covid-19 lebih cepat di dua benua itu daripada di Asia.
Baca Juga: Sudah Suntik Vaksin Covid-19 2 Kali, Pria Ini Tetap Terinfeksi Virus Corona
Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan India, yang dipimpin oleh Nidhan Biswas dan Partha Majumder, mengamati bahwa tingkat penyebaran virus mutan - D614G - tidak seragam di seluruh wilayah geografis. Para peneliti mengatakan bahwa untuk mencapai frekuensi relatif 50%, subtipe 614G, dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama di Asia Timur (5,5 bulan) dibandingkan di Eropa (2,15 bulan) serta Amerika Utara (2,83 bulan).
3. Pernah Jalani Polipektomi, Priyanka Chopra Akui Bentuk Hidungnya Berubah
Aktris Bollywood terkenal dan istri dari penyanyi Nick Jonas, Priyanka Chopra, pernah menjalani pengangkatan polip di rongga hidungnya pada 2001 silam. Sayangnya, operasi polipektomi hidung ini membuat bentuk hidungnya berubah.
Gejala awal yang dialaminya adalah sakit kepala berkepanjangan yang diduga penyakit sinus parah. Hingga ia merasa kesulitan bernapas.
Berita Terkait
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!