Suara.com - Gondok merupakan kondisi membesarnya kelenjar tiroid pada seseorang. Kelenjar tiroid seseorang berada di pangkal leher. Pada bagian inilah yang membesar saat seseorang mengalami gondok. Biasanya, gondok tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi terkadang mengganggu pernapasan dan proses menelan.
Penyebab umum gondok yaitu kurangnya yodium pada makanan yang dikonsumsi. gondok bisa dialami oleh siapa saja. Ukuran gondok pada seseorang juga berbeda-beda. Biasanya seseorang yang mengalami gondok memiliki berbagai gejala, di antaranya:
- Bagian tiroid yang membesar
- Kesulitan menelan atau bernapas
- Batuk
- Suara serak
- Pusing saat mengangkat lengan ke atas kepala
Kurangnya yodium pada seseorang memang menjadi penyebab utama gondok. Hal ini karena yodium penting untuk menghasilkan hormon tiroid. Jika mengalami kekurangan membuat tiroid bekerja lebih keras sehingga menyebabkan kelenjar membesar. Namun, selain kurangnya yodium, gondok juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1. Penyakit graves atau basedow
Penyakit Graves terjadi ketika tiroid menghasilkan lebih banyak hormon daripada biasanya. Hal ini yang dikenal sebagai hipertiroidisme. Produksi hormon yang berlebihan akan membuat tiroid membesar sehingga menjadi gondok.
2. Tiroiditis Hashimoto
Tiroiditis Hashimoto yaitu kondisi tiroid yang tidak mampu menghasilkan cukup hormon. Biasanya kondisi ini dikenal dengan nama hipotiroidisme. Hal ini berkebalikan dengan penyakit graves. Kurangnya hormon akan menyebabkan kelenjar pituitari membuat lebih banyak hormon perangsang (TSH), yang menyebabkan tiroid membesar.
3. Peradangan
Rada pada tiroid dapat menyebabkan gondok pada seseorang. Biasanya rada ini disebabkan virus yang menyerang bagian tiroiditis sehingga membuat tiroid membesar.
Baca Juga: Awas, Seks Oral di Usia Muda Tingkatkan Risiko Kanker Mulut & Tenggorokan
4. Nodul
Kondisi kista padat atau berisi cairan yang muncul di bagian tiroid. Kemunculannya akan membuat tiroid membengkak.
5. Kanker tiroid
Kanker akan memengaruhi tiroid sehingga menyebabkan pembengkakan di satu sisi kelenjar. Namun, kanker ini jarang muncul dibandingkan nodul.
6. Kehamilan
Hamil rupanya juga dapat meningkatkan tiroid yang membesar. Oleh karena itu, wanita yang hami berisiko mengalami gondok karena tidoidnya mengalami pembesaran.
Gondok pada seseorang juga berbeda-beda. Hal ini tergantung penyebabnya. Oleh karena itu gondok memiliki berbagai jenis, di antaranya:
Gondok koloid (endemik)
Gondok jenis ini berkembang karena kurangnya yodium pada seseorang. Hal ini yang menyebabkan tubuh kekurangan hormon sehingga membuat tiroid membengkak. Biasanya jenis ini sering terjadi di wilayah yang jarang mengonsumsi yodium.
Gondok tidak beracun (sporadis)
Penyebab gondok yang satu ini belum diketahui. Terdapat kemungkinan gondok ini disebabkan karena obay-obatan yang dikonsumsi. Gondok jenis ini jinak. Biasanya mereka tidak mempengaruhi produksi hormon di dalam tubuh.
Gondok nodular atau multinodular toksik
Gondok jenis ini karena adanya nodul yang membesar di tiroud. Hal ini meyebabkan tubuh menghasilkan hormon yang berlebihan (hipertiroidisme).
Dilansir dari healthline, gondok bisa diobati dengan berbagaiu hal, antara lain:
Pengobatan
Tiroid bisa diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan dari dokter untuk mengurangi peradangan. Biasanya obat yang diberikan juga berguna untuk orang-orang penderita tiroiditis.
Operasi
Salah satu mengatasi gondok yaitu dengan operasi pengangkatan tiroid. Hal ini dikenal dengan nama tiroidektomi, yaitu pengangkatan tidoid yang tumbuh terlalu besar dan tidak merespons dengan obat yang diberikan.
Yodium radioaktif (RAI)
RAI dapat berguna untuk mengurangi gejala pada gondok. RAI akan dicerna secara oral dan mengalir ke tiroid seseorang. RaAI juga akan menghancurkan jaringan tiroid yang terlalu aktif.
Perawatan rumah
Sebab gondok tidak memunculkan rasa sakit, biasanya dia dilakukan perawatan di rumah. Salah satu untuk mengurangi gondok yaitu menambah atau mengurangi yodium di rumah, tergantung penyebabnya. Pada beberapa kasus juga tidak memerlukan perawatan karena akan sembuh dengan sendirinya.
Penulis: Fajar Ramadhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?