Suara.com - Berbagai makanan dan kebiasaan sehat yang dipercaya selama ini mungkin malah bisa mengurangi harapan hidup Anda. Hal ini bahkan telah dikonfirmasi oleh berbagai pakar kesehatan.
Melansir dari Eat This, makanan dan kebiasaan sehat bisa menjadi tak sehat akibat berbagai aspek. Berikut beberapa kebiasaan sehat yang malah bisa perpendek umur Anda, antara lain:
1. Hanya Makan Makanan Rendah Lemak
Rachel Fine, MS, RD, pemilik To The Pointe Nutrition menyatakan makanan rendah lemak bisa menimbulkan masalah kesehatan. Sebab asupan lemak, tentunya yang sehat tetap diperlukan tubuh.
"Lemak adalah komponen kunci keseimbangan hormonal tubuh kita khususnya hormon leptin, yang mendorong rasa kenyang setelah dan di antara waktu makan," kata Fine. Selain itu, makanan tinggi lemak yang sangat tinggi lemak Omega-3 (minyak zaitun, rami, mentega almond) sangat penting untuk kesehatan otak dan jantung dan bahkan mungkin mengurangi peradangan dalam tubuh.
2. Olahraga Berlebihan
Olahraga sebenarnya bisa berdampak buruk bagi Anda, terutama jika Anda melakukannya dengan berlebihan. "Selain cedera akibat penggunaan berlebihan, olahraga yang berlebihan telah dikaitkan dengan kecemasan, gangguan makan, dan dysmorphia tubuh, terutama dysmorphia otot pada pria," kata kata Taryn Myers, Ph.D., Associate Professor of Psychology di Virginia Wesleyan University.
"Olahraga berlebihan juga dikaitkan dengan kematian pada penderita serangan jantung," imbuhnya.
3. Hanya Berfokus pada Kardio
Baca Juga: Studi: Tidur Kurang dari Lima Jam Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
Hanya berfokus pada aktivitas kardio tidak menguntungkan bagi kesehatan Anda. "Banyak orang mengagungkan latihan kardiovaskular karena sangat fokus pada memaksimalkan pembakaran kalori," kata ahli diet Colleen Christensen, RD.
"Namun, ketika Anda melewatkan latihan kekuatan, Anda sebenarnya kehilangan beberapa efek metabolik yang menakjubkan dan meningkatkan massa tubuh tanpa lemak. Latihan kekuatan juga dapat membantu meningkatkan kognisi, resistensi insulin, tekanan darah, dan kepadatan mineral tulang," imbuhnya.
4. Kebanyakan Jus
Sedikit jus hijau dalam seminggu mungkin tidak apa-apa, tetapi membuat jus setiap hari secara teratur dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.
"Membuat jus menjadi sangat populer di industri kesehatan. Meskipun membuat jus adalah cara yang bagus untuk mendapatkan vitamin dan mineral, namun tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa membuat jus memiliki manfaat bagi kesehatan," kata ahli diet terdaftar Melanie Betz MS, RD, CSR, CSG , dari TheKidneyDietitan.org.
"Faktanya, konsumsi jus sering berkontribusi pada asupan gula berlebih yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia