Suara.com - Penelitian baru menunjukkan bahwa penurunan berat badan malah bisa berefek buruk pada pasien kanker payudara. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada Journal of National Comprehensive Cancer Network (JNCCN).
Melansir dari Medical Xpress, penurunan berat badan hingga 5 persen pada pasien kanker payudara dini positif HER2 dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk. Kenaikan berat badan selama periode waktu yang sama tidak memengaruhi tingkat kelangsungan hidup.
"Penemuan menunjukkaan bahwa penurunan berat badan dan bukan penambahan berat badan dikaitkan dengan hasil (kondisi kanker payudara) yang lebih buruk tidak terduga," kata pemimpin peneliti Samuel Martel, MD, Universitè de Sherbrooke, Quebec, Kanada.
"Kami tidak dapat membuat perbedaan antara penurunan berat badan yang disengaja dan tidak disengaja, jadi ini masalah spekulasi apakah hasil yang lebih buruk disebabkan oleh penurunan berat badan atau sebaliknya," imbuhnya.
Data BMI (Indeks Masa Tubuh) berasal dari uji coba yang mengumpulkan data tinggi dan berat badan pada 8.381 pasien kanker payudara dini positif HER2 yang dirawat dengan kemoterapi plus trastuzumab atau lapatinib.
Setidaknya 2,2 persen kekurangan berat badan pada awal pengobatan, 45,3 persen memiliki berat badan normal, 32,1 persen diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, dengan 20,4 persen lainnya obesitas.
"Mengejutkan melihat bahwa lebih dari 5 persen penurunan berat badan dalam 2 tahun dikaitkan dengan kelangsungan hidup bebas penyakit yang jauh lebih buruk," kata Anthony D. Elias, MD, University of Colorado Cancer Center, anggota Panel NCCN Clinical Practice Guidelines (NCCN Guidelines) untuk Kanker Payudara.
Studi ini menyoroti pentingnya manajemen berat badan dalam penyintas kanker. Penulis berharap temuan mereka dapat memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut dan uji coba onkologi untuk memandu pengendalian berat badan selama periode penyintas.
Baca Juga: Yuk Mulai Teratur Konsumsi Jus Bayam, Ini Manfaat Kesehatan yang Didapat
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa