Suara.com - Seperti yang kita ketahui uban sering muncul seiring bertambahnya usia. Uban biasanya muncul ketika usia bertambah atau di atas 35 tahun.
Rambut yang berubah warna terjadi karena folikel rambut kehilangan pigmen sehingga mengubahnya menjadi putih.
Pada beberapa kasus, uban bisa terjadi pada usia muda. Biasanya generasi muda yang memiliki uban berada saat usia 20-30 tahun.
Namun, uban juga bisa muncul pada anak-anak di bawah usia 20 tahun. Rambut yang memutih juga hanya terdapat beberapa helai. Lalu apa penyebab uban yang muncul pada anak muda?
Dilansir dari healthline, berikut beberapa penyebab munculnya uban pada anak muda:
1. Genetik
Uban pada anak muda bisa disebabkan karena faktor genetik. Biasanya jika memiliki keturunan yang bisa mengalami uban saat usia muda, akan berpengaruh kepada orang tersebut. Hal ini karena faktor genetik yang diturunkan sehingga orang tersebut memiliki uban walaupun di usia muda.
2. Stres
Stres bisa menyebabkan pigmen pada ramut menghilang. Biasanya gejala-gejala stres di antaranya:
- Mengalami masalah tidur
- Kegelisahan
- Perubahan nafsu makan
- Tekanan darah tinggi
Stres akan memengaruhi rambut seseorang. Sebuah studi tahun 2013 menemukan, hubungan antara stres dan menipisnya sel induk di folikel rambut tikus. Dikatakan, stres akan memengaruhi rambut sehingga menjadi putih.
3. Penyakit autoimun
Penyakit autoimun akan menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri. Pada kasus alopecia dan vitiligo, sistem imun dapat menyerang rambut dan menyebabkan hilangnya pigmen. Oleh karena itu, rambut akan berubah menjadi putih walaupun masih di usia muda.
Baca Juga: Bikin Makin Cantik, Gaya Rambut Baru Nagita Slavina Disebut Bakal Jadi Tren
4. Gangguan tiroid
Gangguan tiroid seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme juga dapat memengaruhi rambut yang memutih pada seseorang. Hal ini karena hormon tiroid akan memengaruhi warna rambut. Jika tiroid tidak atau terlalu aktif akan menyebabkan produksi melanin yang sedikit dan berpengaruh kepada tubuh, salah satunya rambut.
5. Kekurangan vitamin B-12
Vitamin B-12 berperan penting dalam tubuh, salah satunya pada pertumbuhan dan warna rambut yang sehat.
Jika seseorang mengalami kekurangan vitamin B-12, akan melemahkan sel-sel rambut dan memengaruhi produksi melanin. Hal ini akan berpengaruh kepada kesehatan rambut, salah satunya membuat kehilangan warna atau berubah menjadi putih sebelum waktunya.
6. Merokok
Rupanya, kebiasaan merokok dapat membuat rambut memutih lebih cepat. Dalam sebuah studi, seseorang yang merokok, akan lebih cepat muncul uban walaupun usianya di bawah 30 tahun.
Selain itu, merokok juga memengaruhi kesehatan jantung dan paru-paru, serta memengaruhi rambut karena dapat menyempitkan pembuluh darah. Hal tersebut akan membuat aliran darah berkurang sehingga menyebabkan rambut rontok.
Untuk mencegah munculnya uban di usia muda, didasarkan pada penyebabnya. Jika karena genetika, hal tersebut sulit untuk dihindari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli