Suara.com - Selain selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, kebiasaan baru seperti rajin membersihkan tangan dengan hand sanitizer, sering mensterilkan ruangan dan rutin membersihkan berbagai permukaan benda dengan cairan disinfektan juga dipercaya dapat mencegah risiko penularan virus corona.
Sayangnya, ternyata tidak semua jenis hand sanitizer dan disinfektan mampu membunuh virus Corona. Mengingat di dunia ini ada begitu banyak jenis virus dan bakteri, maka dibutuhkan tes laboratorium yang lebih panjang, sebelum suatu produk bisa mengklaim mereka dapat membunuhnya.
Untuk bisa membantu garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, Germ Killer, merk hand sanitizer dan disinfektan asal Singapura, melakukan hal tersebut. Dan dari hasil tes laboratorium yang dilakukan oleh Analytical Lab Group (ALG), Amerika, ditemukan fakta bahwa Germ Killer terbukti mampu membunuh SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 dalam waktu kurang dari 1 menit.
Dijelaskan Yusar Surya Putra, Sales Manager PT Hiutama Global Prima, distributor Germ Killer di Indonesia, berdasarkan hasil tes lain dari berbagai lembaga resmi, baik dari Amerika maupun Singapura seperti ATS LABS Amerika, TUV-PSB Singapura, dan Micro Biotest Amerika, Germ Killer juga efektif membunuh jamur, bakteri, dan berbagai virus lainnya yang dikenal mudah menular.
"Di antaranya H1N1 (penyebab influenza), HFMD (penyebab flu singapur), serta Human Corona Virus 229E (penyebab pneumonia). Hal ini tentu sangat menggembirakan, karena dengan demikian kami bisa ikut berpartisipasi mencegah rantai penyebaran Covid-19," jelas dia berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima.
Germ Killer sendiri, lanjut dia, merupakan cairan disinfektan dan hand sanitizer yang bebas alkohol. Dikembangkan dengan menggunakan air dan senyawa quats sebagai bahan utamanya, produk Germ Killer tidak mudah terbakar dan mampu membunuh kuman hingga 99.9999 persen, tanpa membuat tangan kering atau menimbulkan iritasi pada kulit sensitif sekalipun.
"Perlu diketahui, semua produk Germ Killer telah lolos uji toxic sehingga tergolong Medical Grade Disinfectant. Artinya 100 persen aman untuk penggunaan sehari-hari,” tutup Yusar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus