Suara.com - Obesitas merupakan masalah kesehatan umum namun serius. Berat badan berlebih berisiko menimbulkan diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.
Hingga kini, kombinasi pola makan dan olahraga menjadi andalan dalam penanganan obesitas. Apabila intervensi gaya hidup tersebut terbukti tidak efektif selama 6 bulan, pedoman klinis merekomendasikan untuk mengobatinya berdasarkan penyakit komorbid.
Sebuah uji klinis fase dua menunjukkan obat diabetes tipe 2 semaglutide suntik berhasil menurunkan berat badan orang obesitas.
Hasil ini mengarahkan para peneliti untuk melakukan uji coba fase 3 global yang disebut semaglutide Treatment Effect in People with Obesity (STEP) untuk menyelidiki keamanan dan efektivitas obat tersebut pada peserta berusia 18 tahun ke atas.
Berdasarkan Medical News Today, rerata peserta yang menggunakan semaglutide mengalami penuruan berat badan sebesar 14,9% (berkurang 15,3 kg) dibanding dengan 2,4% (berkurang 2,6 kg) pada kelompok plasebo.
Peserta yang menerima semaglutide juga mengalami penurunan lingkar pinggang, tekanan darah, kadar lipid puasa, dan glukosa darah yang lebih besar daripada mereka yang menerima plasebo. Selain itu, mereka juga mengalami peningkatan skor fungsi fisik.
Namun, peserta mengalami efek samping ringan dalam menggunakan semaglutide, yaitu mual ringan hingga sedang dan diare yang mereda seiring waktu.
Beberapa peserta pun menghentikan pengobatan karena efek samping gastrointestinal pada kelompok semaglutide (4,5%) dibandingkan pada kelompok plasebo (0,8%).
Uji coba tersebut memiliki beberapa keterbatasan, termasuk durasinya yang singkat dan pengecualian dari diabetisi.
Baca Juga: Studi: Meski Olahraga, Orang Obesitas Tetap Rawan Terkena Masalah Jantung
Meski begitu, salah seorang penulis studi mengatakan bahwa obat semaglutide bisa menjadi 'gamechanger' atau pengubah kondisi.
"Tidak ada obat lain yang mampu menghasilkan tingkat penurunan berat badan seperti ini, ini benar-benar pengubah keadaan. Untuk pertama kalinya, kasus ini berhasil hanya dengan obat-obatan," kata Rachel Batterham, profesor obesitas, diabetes, dan endokrinologi di Pusat Penelitian Obesitas di Universitas College London (UCL).
Berdasarkan hasil uji coba ini, Novo Nordisk, perusahaan farmasi yang mendanai uji klinis, mengajukan permintaan persetujuan ke BPOM AS (FDA), Badan Obat Eropa, dan Institut Nasional untuk Keunggulan Perawatan dan Kesehatan (NICE), untuk menggunakan semaglutide suntik sebagai pengobatan obesitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui