Suara.com - Sejumlah laporan tentang penerima vaksin Covid-19 yang positif usai disuntik sudah didengar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu, apa penjelasannya?
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, seseorang yang positif Covid-19 setelah adanya vaksinasi biasanya terjadi sebelum menerima vaksin kedua.
Nadi mengatakan mereka yang positif setelah melakukan vaksinasi sebenarnya telah memiliki virus Covid-19 sebelum penyuntikan. Hanya saja gejala yang timbul baru muncul setelah melakukan vaksinasi.
"Beberapa yang jadi positif itu rentannya setelah vaksin pertama, tetapi sebelum fase kedua. Jadi sebenernya bisa saja orang itu sudah positif sebelum melakukan vaksinasi," ucap Nadia, pada Temu Media Penjelasan Mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19, Senin (22/02/2021).
Nadia mengatakan, tujuan dilakukan vaksinasi sebenarnya untuk menstimulus tubuh merespons antigen yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menghasilkan antibodi.
Namun, hal ini membutuhkan waktu. Jadi walaupun sudah melakukan vaksinasi tetap diperlukan waktu agar sistem kekebalan terbentuk oleh tubuhnya.
Nadia juga menekankan, vaksin Sinovac yang digunakan saat ini telah dijamin keamannya. Hal ini karena vaksin yang digunakan telah benar-benar diteliti.
Ia menambahkan, masyarakat harus mengerti jika penyuntikan harus dilakukan selama dua kali dengan rentang waktu 14 hari. Hal itu karena sistem imun membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi.
Penyuntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal pada tubuh. Lalu, untuk penyuntikkan kedua, untuk menguatkan respons antiimun yang terbentuk atau sebagai booster antibodi hingga imunitas baru akan terbentuk.
Baca Juga: Angka Kematian Nakes Menurun, Pemprov Jateng Klaim Berkat Vaksin Covid-19
Proses vaksinasi ini, diharapkan dapat membuat tubuh masyarakat dapat kuat sehingga terhindari dari Covid-19. Nadia juga berharap, agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan baik 3M maupun 3T. Menurutnya, hal tersebut adalah kunci keberhasilan dalam melawan pandemi yang ada.
"Harapannya, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada 3M dan 3T agar mencapai kekebalan kelompok. Pemerintah juga sudah mempersiapkan mekanisme untuk kejadian ikutan pascaimunisasi. Namun, masyarakat harus tetap taat prokes karena Covid-19 masih ada di sekitar," ucapnya. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
-
Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan
-
Kemenkes Nilai Baliho 'Aku Harus Mati' Berisiko di Tengah Lonjakan Kasus Bunuh Diri
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya