Suara.com - Kebiasaan banyak orang menggunakan cotton bud untuk mengeluarkan kotoran di dalam telinga. Padahal hal itu tidak perlu dilakukan karena sebenarnya telinga bisa bersih dengan sendirinya.
"Bagian dalam telinga itu, mulai dari lubang telinga ke dalam, sebenarnya diciptakan bisa membersihkan sendiri dengan pergerakan rambut-rambut atau pergerakan rahang. Kita hanya perlu membersihkan area luar telinga saja," jelas dokter spesialis THT dr. Fatia Permata Sari, Sp.THTKL., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Rabu (3/3/2021).
Fatia menambahkan, jika bagian dalam telinga dibersihkan dengan cotton bud justru bisa mengakibatkan hilangnya lapisan pelindung telinga. Lapisan itu berfungsi untuk mencegah masuknya kuman agar tidak terjadi infeksi. Selain itu juga, jika membersihkan telinga terlalu dalam bisa menyebabkan nyeri.
"Cotton bud memang sebenarnya bukan diciptakan untuk membersihkan telinga. Tetapi penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga justru bisa menghilangkan lapisan pelindung," katanya.
Ia menyarankan, cara membersihkan telinga cukup pada area luar, yakni daun telinga sampai batas lubang telinga luar. Membersihkannya juga cukup menggunakan handuk berbahan lembut atau dengan kapas. Membersihkan dengan cara itu diperbolehkan secara rutin.
Dokter Fatia mengingatkan bahwa mengorek telinga dengan cotton bud tidak berfungsi sama sekali untuk membersihkan telinga. Selain itu, kemungkinan kotoran justru akan tetap berada di dalam telinga.
"Karena kan tidak terlihat, dibersihkan sendiri. Kedua bisa merusak liang telinga itu sendiri karena kulitnya sangat tipis. Kemudian kotorannya juga bisa terdorong, kalau kotorannya terdorong maka akan bisa menyebabkan gangguan pendengaran juga," paparnya.
Jika telinga terasa gatal juga tidak disarankan untuk mengorek telinga dengan tangan atau benda apapun seorang diri. Dokter Fatia menyarankan, sebaiknya minta tolong kepada orang lain agar bisa melihat langsung kotoran di telinga.
Sedangkan, jika telinga masuk air juga tidak perlu dikeluarkan. Karena bisa keluar sendiri. Atau jika terasa tidak nyaman, Fatia menyarankan untuk mencoba dikeluarkan dengan menggunakan tisu.
Baca Juga: Bukan Untuk Keluarkan SIM Card, Ini Fungsi Lubang Kecil di Atas Telinga
"Minta tolong orang lain dengan tisu yang dililit kemudian dimasukkan ke telinga. Ditunggu beberapa saat, maka tisunya bisa menyerap air. Kalau tidak membaik harus ke dokter," ucapnya.
Menurutnya, jika air tidak keluar sendirinya ada kemungkinan kotoran menumpuk yang menyebabkan air jadi menggenang di dalam telinga sehingga tidak bisa keluar. Atau juga kemungkinan ada binatang yang masuk ke telinga.
"Itu tentu tidak bisa dikeluarkan sendiri atau orang yang tidak pada bidangnya, harus oleh dokter. Kalau memang ada keluhan yang sekiranya tidak hilang atau sulit pakai tisu tidak hilang, juga maka sebaiknya ke dokter," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?