Suara.com - Portugal tengah mengalami kenaikan kasus COVID-19. Hal ini memaksa pemerintah untuk memperketat protokol kesehatan.
Perdana Menteri Antonio Costa menekankan bahwa pemberlakuan pembatasan dan penguncian tetap penting di Portugal yang sebulan lalu sempat melampaui tingkat kematian global akibat COVID.
Selama beberapa pekan pada Januari, layanan kesehatan Portugal kewalahan karena adanya lonjakan kasus infeksi virus corona dan kematian per kapita terburuk di dunia akibat COVID.
Namun, penguncian nasional yang diberlakukan pada 15 Januari telah dengan cepat menurunkan angka-angka kasus dan kematian itu.
Sebanyak 38 korban jiwa dan 691 kasus baru COVID yang tercatat pada Selasa (2/3) kembali setara dengan rata-rata kasus dan angka kematian yang tercatat pada Oktober tahun lalu, ketika bisnis masih buka.
Otoritas kesehatan DGS mengatakan 1.997 pasien menerima perawatan untuk COVID-19 di bangsal rumah sakit non-ICU, yang merupakan jumlah terendah sejak 31 Oktober.
Angka itu juga menunjukkan penurunan tajam dari jumlah sebelumnya, yakni 6.869 pasien yang dirawat di rumah sakit pada awal Februari.
Ada 446 pasien perawatan intensif pada Selasa, atau turun sebanyak 23 orang dari Senin, kata DGS.
Menurut publikasi daring Our World In Data, total gabungan pasien rawat inap saat ini di Portugal adalah yang terendah sejak 1 November.
Baca Juga: Dana Bansos Dipakai Judi, Kades Terancam Hukuman Mati, Eks Mensos 'Diseret'
Berdiri di luar sebuah rumah sakit di Lisbon, Perdana Menteri Antonio Costa mendesak warga untuk terus mematuhi aturan pembatasan sosial agar penguncian (lockdown) dapat dicabut secara bertahap.
"Gagasan bahwa sebuah tragedi tidak terulang adalah salah. Hal itu bisa terjadi lagi jika manusia mengulangi perilaku yang sama," kata Costa
Para pejabat Portugis menyebut bahwa lonjakan kasus COVID pada Januari disebabkan oleh infeksi virus corona varian baru yang lebih menular yang pertama kali terdeteksi di Inggris, namun juga mengakui bahwa pelonggaran pembatasan pergerakan selama Natal juga turut menyebabkan lonjakan kasus itu.
"Kami tidak bisa membuat kesalahan itu lagi," kata Costa.
Rencana untuk melonggarkan penguncian secara perlahan diharapkan akan diumumkan pada 11 Maret.
"Ada lebih banyak orang yang telah divaksin daripada mereka yang terinfeksi dan itu seharusnya membuat kita melihat ke masa depan dengan harapan baru," kata Menteri Kesehatan Marta Temido.
Dari populasi Portugal yang berjumlah lebih dari 10 juta orang, sebanyak 885.109 orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Skenario Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026: Final atau Perebutan Juara 3
-
Tak Mampu Cetak Gol, Portugal Gagal Menang Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
-
Cristiano Ronaldo Dkk Mandul Lawan Kolombia, Begini Penjelasan Berani Roberto Martnez
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!