Suara.com - Belakangan, sejumlah negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Oxford/AstraZeneca karena dituding menyebabkan pembekuan darah pada beberapa orang.
Tapi berdasarkan data, vaksin Pfizer untuk virus corona Covid-19 justru lebih banyak dikaitkan dengan pembekuan darah dibandingkan vaksin AstraZeneca.
Informasi dari Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) di Inggris menunjukkan lebih banyak orang yang mengalami pembekuan darah setelah suntik vaksin Pfizer dibandingkan vaksin AstraZeneca.
Daata sampai 28 Febuari 2021, ada 38 laporan kasus pembekuan darah dari sekitar 11,5 juta dosis vaksin Pfizer yang diberikan pada orang-orang.
Jumlah tersebut lebih banyak dibanidngkan dengan 20 laporan kasus pembekuan darah dari 9,7 juta dosis vaksin AstraZeneca yang digunakan.
Meskipun data dari vaksin Pfizer menunjukkan jumlah kasus pembekuan darah yang lebih banyak, kedua vaksin Covid-19 itu tetap aman digunakan dan sudah melalui pengujian ketat.
Emer Cooke, direktur eksekutif European Medicines Agency (EMA) mengatakan bahwa vaksin lain yang disetujui UE, termasuk vaksin Pfizer dan vaksin Moderna. Kedua jenis vaksin Covid-19 itu berkaitan dengan jumlah kasus penggumpalan darah yang sama dengan vaksin AstraZeneca.
Emer Cooke, juga bersikeras bahwa tidak ada indikasi kalau vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah. Ia juga berusaha meyakinkan kalau manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya.
Berkaitan dengan laporan surat kabar di Amerika Serikat yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan penggumpalan darah, Emer Cooke sedang berusaha menyelidiki hal tersebut.
Baca Juga: Muncul Wacana Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata IDI
"Kami sedang melihat efek samping yang terkait dengan semua vaksin Covid-19. Saat ini, fokus kami terkait dengan insiden vaksin AstraZeneca yang dituding menyebabkan pembekuan darah," jelas Emer Cooke dikutip dari Express.
Tapi, kasus pembekuan darah ini terjadi pada tingkat yang sangat umum. Bahkan jumlah kasus pembekuan darah sekarang ini juga tak jauh beda dengan angka kasus sebelum pandemi.
Pembekuan darah juga bisa terjadi karena berbagai penyebab, termasuk obesitas, merokok dan kurang olahraga.
Selain itu, pil kontrasepsi wanita juga bisa memicu pembekuan darah pada sekitar 1 dari 1.000 wanita per tahunnya.
Para ilmuwan pun meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 yang telah melalui uji klinis sudah dipastikan tidak memberikan efek berbahaya bagi penerimanya. Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak yakin vaksin Covid-19 memicu pembekuan darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI