Suara.com - Selama ini kita menduga kecanduan seks merupakan sebuah gangguan seksual. Tapi nyatanya, ini bukanlah diagnosis psikiatri yang diterima.
"Kecanduan ditentukan oleh bagaimana zat, perilaku, atau aktivitas memicu reseptor dan respons otak tertentu," kata Ziv Cohen, seorang psikiater forensik dan klinis dan asisten profesor klinis psikiatri di Universitas Columbia.
Itu adalah bukti neurobiologis tentang kecanduan yang telah diamati pada penjudi atau pecandu narkoba atau alkohol. Tetapi sebagian besar tidak ada pada orang yang diidentifikasi sebagai pecandu seks atau pornografi.
Karena alasan ini, kecanduan seks sebelumnya telah ditolak untuk dimasukkan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental American Psychiatric Association.
Buku tersebut merupakan pegangan para profesional sebagai panduan otoratir dalam mendiagnosis gangguan mental, dilansir CNN.
Alasan mengapa 'kecanduan seks' bukanlah kecanduan
Gejala kecanduan meliputi gangguan kontrol atas perilaku, gangguan sosial, penggunaan berisiko yang terus berlanjut meskipun ada risiko fisik dan lainnya yang jelas bagi individu.
Psikiater juga ragu untuk menggolongkan tingkat seksualitas sebagai patologis.
"Ada kekhawatiran jika kita mengatakan ada sesuatu yang disebut 'kecanduan seks', lalu banyak orang yang sebenarnya tidak memilikinya akan mulai berpikir bahwa seksualitas mereka, dorongan seksual mereka, tidak sehat," kata Paul Appelbaum, ketua Komite Pengarah DSM di APA.
Baca Juga: Bantu Wanita Tingkatkan Gairah Seks, Lakukan 5 Pengobatan Alami Ini!
Selain itu, sulit untuk mengetahui batasan antara dorongan seksual yang sehat dan tidak sehat. Tapi, dorongan seksual yang melanggar hak orang lain mudah diklasifikasikan sebagai patologis.
"Tetapi jika hanya mengatakan bahwa Anda memiliki dorongan seks tinggi, yang membuat Anda menonton banyak pornografi atau membayar orang, lebih sulit untuk secara intrinsik melabeli hal itu sebagai patologis karena tidak terlibat dalam pelaggaran hak orang lain," tandas Cohen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak