Suara.com - Pakar kesehatan mental telah menyatakan kekhawatiran tentang krisis yang berkembang setelah pandemi virus corona Covid-19 membuat banyak orang mengalami kecemasan dan penyakit mental lainnya.
Owen O'Kane, seorang psikoterapis dan mantan pimpinan klinis NHS untuk kesehatan mental, telah membuat istilah baru untuk menggambarkan situasi ini, yakni Post Pandemic Stress Disorder (PPSD).
Menurut Owen, PPSD ini bisa menjadi masalah serius selama beberapa tahun ke depan. Kebanyakan orang pernah menderita tentang Post Trumatic Stress Disorder (PTSD), yang bisa terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis dalam hidup.
PPSD terkait langsung dengan dampak traumatis pandemi. Meskipun ini belum merupakan diagnosis resmi.
Tapi, Owen mengkhawatirkan banyak orang akan mengalami berbagai tingkat trauma selama setahun terakhir, seperti kehilangan, isolasi, penyakit, tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang tersayang, kegagalan bisnis, dan masalah hidup lainnya.
Masalah utamanya adalah pandemi seperti sekarang ini tidak akan meminimalkan trauma. Sedangkan, peristiwa mengerikan lainnya seperti perang akan menormalkan trauma.
"Saya menduga kita akan melihat adanya peningkatan gejala yang berkaitan dengan kecemasan dan suasana hati setelah masa isolasi mandiri berkurang. Saya yakin kebanyakan gejala terkait langsung dengan trauma yang mendasar dan kami mungkin tidak cukup siap bila tak dikenali dari sekarang," kata Owen dikutip dari Metro UK.
Owen juga menjelaskan bahwa ada dua jenis trauma, yakni trauma besar yang bermanifestasi dalam PTSD dan trauma kecil yang mengakibatkan gejala depresi atau kecemasan.
Ia mengaku jumlah kasus orang dewasa dan anak-anak yang mengalami peningkatan trauma kecil tahun ini sudah tak terhitung lagi. Semua orang berada dalam situasi yang tidak pasti.
Baca Juga: CDC Buat Pedoman Baru Jaga Jarak Cukup 3 Kaki, Ini Alasannya!
Karena itu, banyak orang mengalami masalah kesehatan mental yang bisa dimengerti dan mengkhawatirkan. Sayangnya, tidak akan tindakan penanganan dan pencegahan resmi untuk masalah ini di tengah pandemi virus corona Covid-19.
Owen mengatakan hal ini pun bertujuan untuk memastikan perawatan yang disediakan pasca pandemi bagi orang yang mengalami kecemasan atau depresi harus tersedia.
"Tanpa pertimbangan secara layanan medis, maka jumlah orang yang tidak sehat secara mental karena trauma akan semakin banyak," jelasnya.
Pada akhirnya, PPSD ini bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat yang sudah ada di bawah tekanan besar. Apalagi, dampak PPSD ini tergolong serius dan luas.
Gejala Post Pandemic Stress Disorder
Jika Anda mengalami beberapa perubahan baru sejak pandemi virus corona Covid-19, mungkin itu tanda Anda menderita PPSD.
- Meningkatkan kecemasan
- Varian mood
- Masalah tidur
- Mimpi buruk
- Menghindari situasi yang mengingatkan Anda pada pandemi
- Waspada dengan kambuhnya virus corona Covid-19 di masa mendatang
- Pikiran yang terganggu mengenai pandemi Covid-19
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda bisa konsultasi dengan dokter umum atau spesialis kesehatan mental untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma