Suara.com - Meninggalkan sikat gigi bersamaan dengan sabun dan shampo di dalam kamar mandi adalah hal yang lumrah dilakukan. Namun berbeda kondisi jika Anda menggunakan kamar mandi bersama (seperti di asrama, tempat kos). Meninggalkan sikat gigi di kamar mandi bersama bakal membuatnya terkontaminasi kotoran.
"Perhatian utama bukan pada keberadaan kotoran Anda sendiri di sikat gigi Anda, tetapi ketika sikat gigi terkontaminasi dengan kotoran dari orang lain, yang mengandung bakteri, virus atau parasit yang bukan merupakan bagian dari flora normal Anda," jelas penulis studi Lauren Aber, seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Quinnipiac di Hamden, CT, dikutip dari Medical News Today.
Kontaminasi seperti itu kemungkinan karena sikat gigi disimpan secara terbuka di dalam toilet, yang membuat mereka terpapar bahan dari toilet atau mikroorganisme dari penghuni lain.
Dalam sebuah studi tahun 2015, para peneliti di Univeristas Quinnipiac tersebut mengumpulkan sikat gigi dari kamar mandi bersama. Mereka menemukan bahwa 60% sikat gigi mengandung fecal coliform, dan 80% kemungkinan bahwa itu bukan kotoran mereka. Lalu sebuah studi tahun 2020 menemukan tidak banyak yang berubah.
Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk menjaga sikat gigi sebersih mungkin?
Hal yang utama dan paling penting adalah jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain, karena itu tandanya Anda hanya akan berbagi kuman.
Sikat gigi rata-rata bertahan sekitar tiga bulan. Saat bulu sikat gigi mulai menunjukkan tanda-tanda aus, sebaiknya buang. Ganti dengan sikat gigi berbulu halus, sebab bulu sikat gigi yang keras dan kasar dapat merusak gigi dan gusi Anda.
Setelah menggunakan sikat gigi, justru disarankan jangan memakaikan penutup atau menaruhnya di wadah tertutup. Sebab, itu akan membuat bulu sikat selalu lembap dan mendorong pertumbuhan bakteri di area tersebut. Sebaliknya, bilas sikat gigi dan letakkan dalam posisi tegak di area terbuka supaya kering.
Baca Juga: 5 Potret Citra Kirana Pasang Behel Gigi, Manglingi Banget!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya