Suara.com - Pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri agama, dan menko PMK mentargetkan pembukaan sekolah terbatas pada Juli 2021.
Merespon hal ini Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Univeristas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama, berharap pemerintah menyimak panduan terbaru pembukaan sekolah dari Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat pada 19 Maret 2021 lalu.
"Mereka memperbarui aturan ini berdasar perkembangan bukti ilmiah terbaru tentang kemungkinan berapa jarak penularan yang mungkin terjadi pada berbagai keadaan," terang Prof. Yoga berdasarkan keterangannya kepada suara.com, Selasa (30/3/2021)
Panduan CDC yang baru ini menyebutkan tentang jaga jarak di sekolah, sebagai berikut:
- Pada Sekolah Dasar, setidaknya ada jarak 3 kaki atau sekitar 1 meter.
- Pada SMP dan SMA, murid harus jaga jarak setidaknya 3 kaki atau sekitar 1 meter, pada area yang mereka sebut sebagai penularan masyarakat rendah, sedang dan cukup.
Pada area dengan penularan masyarakat yang tinggi maka jarak antar murid sebaiknya 6 kaki atau 1.8288 meter. - Jarak 6 kaki atau 1,8 meter harus tetap dijaga antara orang dewasa (guru dan staf sekolah), antara orang dewasa dan murid di sekolah, kalau masker tidak digunakan (misalnya ketika makan).
Lalu, pada keadaan dimana orang banyak mengeluarkan napas (seperti bernyanyi, berteriak, olahraga, dan lain-lain) di ruang tertutup dan sebaiknya kalau ada kegiatan seperti ini dilakukan di ruang terbuka saja.
"Juga dianjurkan agar barang-barang tidak penting dikeluarkan dari kelas dan dilakukan modifikasi di kelas untuk menjamin jaga jarak antar murid," terang Prof. Yoga.
"Tentu juga harus dihilangkan atau dikurangi interaksi yang tidak terlalu penting, seperti makan pada saat yang sama dan lain-lain. Tamu yang datang ke sekolah juga harus dibatasi, yang amat perlu saja," lanjutnya.
Tidak hanya itu ada 4 panduan lain yang disampaikan CDC Amerika, seperti:
- Perlu diatur jam giliran sekolah supaya tidak terlalu penuh murid di sekolah pada suatu waktu tertentu.
- Berbagai aturan rinci lain tentang penggunaan masker dan cuci tangan.
- Kebersihan lingkungan, bangku, kelas, dan sekolah.
- Prosedur kemungkinan tes dan penelusuran kasus bila diperlukan.
"Karena di Amerika Serikat ada bis sekolah, maka juga dibuat aturan di dalam bis, seperti jarak antar kursi yang boleh diduduki, penggunaan masker, jendela bis dibuka," pungkas Prof. Yoga.
Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dimulai, Satgas Ungkap Jumlah Kasus Covid-19 Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia