Health / Konsultasi
Minggu, 04 April 2021 | 11:39 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Peneliti mengungkap bahwa ada faktor lain yang memengaruhi bahaya risiko penularan virus corona penyebab sakit Covid-19 yaitu diabetes tipe 2 dan obesitas.

Dikutip dari Healthshots, orang dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi parah, bahkan bisa terkena infeksi simtomatik.

Temuan studi baru yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, menggunakan data dari Biobank Inggris terhadap 500.000 orang di Inggris di atas usia 40 tahun.

Para peneliti memeriksa faktor lewat hasil tes positif Covid-19 dengan hasil orang yang di tes negatif.

Peneliti menemukan, mereka yang hasilnya positif Covid-19 lebih mungkin mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Selain itu, mereka yang di tes negatif memiliki kadar kolestrol yang baik, sehingga bisa memiliki berat badan yang sehat dan normal.

Temuan yang diterbitkan oleh jurnal PLoS ONE, profesor kedokteran dan peneliti University Of Medicine Charles Hong mengungkap, faktor kardiometabolik melindungi seseorang dari infeksi Covid-19.

"Faktor kardiometabolik menjadi dasar seseorang terlindung dari infeksi Covid-19, sedangkan yang lain lebih rentan terhadap infeksi," ungkap Charles Hong, MD, PhD.

Ia mengatakan, penelitian ini tidak dirancang untuk menentukan faktor sebenarnya, yang menjadi penyebab penularan Covid-19.

"Penelitian ini tidak dirancang untuk menentukan faktor apa yang sebenarnya yang menjadi penyebab infeksi. Tapi statistik menunjukkan, pentingnyafungsi sistem kekebalan yang sehat untuk melindungi dari Covid-19," tambahnya.

Baca Juga: Studi: Obat Diabetes Metmorfin Bisa Dijadikan Senjata Baru Melawan HIV

Temuan yang dihasilkan menunjukkan beberapa tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi faktor infeksi, termasuk gaya hidup sehat.

"Seperti mengontrol berat badan, sangat penting untuk mengambil langkah-langkahnya. Juga olahraga teratur dan diet kaya lemak tak jenuh, seperti menyak zaitun dan alpukat. Itu bisa membantu," ungkap Charles Hong.

Load More