Suara.com - Virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19 adalah patogen baru yang menyebar ke seluruh belahan dunia dan menyebabkan pandemi.
Namun masih ada ratusan ribu virus lainnya virus yang bersembunyi di hewan, yang juga bisa memicu pandemi lebih parah.
Berkat alat terbaru yang disebut SpillOver, terdapat beberapa virus yang sedang diamati ada di hewan dan bisa memicu pandemi selanjutnya.
"SARS CoV 2 hanyalah satu contoh dari ribuan virus di luar sana yang berpotensi menyebar dari hewan ke manusia (zoonosis)," ujar Zoe Grange, Kepala Pengembang SpillOver, mengutip Live Science, Rabu (7/4/2021).
Grange yang juga peneliti Pascadoktoral One Health Institue University of California itu mengatakan, dengan menggunakan temuannya, ia sedang mengamati ancaman virus yang berisiko memicu pandemi yang lebih dahsyat.
Dari 887 virus yang ada di satwa liar, para peneliti menyaring 12 virus teratas dalam daftar patogen zoonosis, dan virus Lassa menempati urutan pertama, SARS CoV 2 di urutan kedua, dan virus Ebola di urutan ketiga.
Adapun sumber inang, atau hewan yang membawa ketiga virus ini ialah virus Lassa berasal dari tikus, virus Ebola dari kelelawar, dan virus SARS CoV 2 inangnya sampai saat ini belum diketahui.
Namun untuk SARS CoV 2 virus ditemukan bisa menginfeksi cerpelai, singa dan harimau. Menggunakan alat SpillOver untuk memvalidasi beberapa virus yang potensial mengancam kehidupan umat manusia.
Ada beberapa virus yang belum menjadi zoonosis atau berpindah ke manusia dan cukup berbahaya ialah coronavirus 229E yang berasal dari strain kelelawar.
Baca Juga: Mutasi Virus Corona E484K Pengaruhi Keampuhan Vaksin? Ini Kata Dokter
Ada pula peringkat virus teratas lainnya ialah virus corona PREDICT CoV-35, yang termasuk keluarga virus corona yang menginfeksi kelelawar Afrika dan Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
Jun Ji Hyun Cs Terjebak di Gedung Terinfeksi Virus dalam Teaser Film Colony
-
Superflu Belum Ditemukan di Jakarta, Bagaimana Langkah Mitigasi Pemprov DKI?
-
Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia
-
Waspada Ancaman Digital: Kenali dan Atasi Virus Komputer
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas