Suara.com - Badan Pengatur Obat dan Kesehatan (MHRA) telah meninjau hubungan antara vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah langka. Pada akhir Maret 2021, 79 orang di Inggris telah menderita pembekuan darah langka setelah vaksinasi.
Berdasarkan 79 kasus pembekuan darah langka tersebut, sebanyak 51 di antaranya perempuan dan 28 laki-laki. Sebanyak 19 orang pun meninggal dunia dan 3 di antaranya masih berusia di bawah 30 tahun.
Tinjauan tersebut telah mendorong kelompok penasihat vaksin Covid-19, JCVI merekomendasikan orang usia 18 hingga 29 tahun perlu ditawari vaksin Covid-19 alternatif bila masih tersedia, seperti vaksin Pfizer dan vaksin Moderna.
Tapi, Dr June Raine, dari MHRA, mengatakan pembekuan darah sebagai efek samping dari vaksin Covid-19 itu sangat jarang terjadi. Meski begitu, tinjauan mereka masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi vaksin AstraZeneca benar-benar menyebabkan pembekuan darah atau tidak.
"Keseimbangan antara manfaat dan risiko vaksin Covid-19 yang diketahui masih menguntungkan bagi sebagian besar orang dari virus corona," kata Dr June Raine dikutip dari Express.
Ketua Panitia Human Medicine, Sir Munir Pirmohamed juga menyarankan 3 kelompok masyarakat lainnya untuk berhati-hati atau lebih baik menghindari suntik vaksin Covid-19.
Berdasarkan data yang tersedia sekarang ini, Sir Munir menyebutkan 3 kelompok orang yang harus berhati-hati suntik vaksin AstraZeneca, yakni wanita hamil, orang dengan riwayat kelainan darah dan orang yang mengalami trombosis vena serebral atau pembekuan darah besar.
Pertama, seorang wanita hamil harus berhati-hati suntik vaksin AstraZeneca sehingga perlu konsultasi dengan ahli kesehatan untuk mengetahui risikonya.
Kedua, orang dengan riwayat kelainan darah yang berisiko mengalami pembekuan darah sebaiknya perlu mengetahui manfaat dan risiko suntik vaksin AstraZeneca.
Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya
Ketiga, orang yang mengalami trombosis vena serebral atau pembekuan darah besar lainnya dengan tingkat trombosit rendah setelah suntik vaksin AstraZeneca tahap pertama harus hati-hati untuk suntik vaksin kedua.
Namun, MHRA mengatakan mereka yang telah mendapatkan dosis pertama vaksin AstraZeneca tetap harus mendapatkan dosis kedua.
Direktur eksekutif EMA, Emeritus Cooke, mengatakan kombinasi dari pembekuan darah langka dan trombosit darah rendah terjadi pada semua usia, yakni pria maupun wanita.
Emeritus Cooke menambahkan komite keamanan EMA telah mengonfirmasi manfaat vasin AstraZeneca dalam mencegah virus corona Covid-19 secara keseluruhan lebih besar daripada risiko efek samping.
Vaksin AstraZeneca ini telah terbukti sangat efektif mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat virus corona Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya