Suara.com - Sebuah penelitian kecil menemukan kandungan halusinogen psilocybin dalam magic mushroom dapat bekerja sebaik obat antidepresan umum untuk mengobati gejala depresi.
Studi yang terbit Rabu (14/4/2021) di The New England Journal of Medicine ini menemukan orang yang menggunakan psilocybin dua kali di bawah pengawasan psikiater mengalami penurunan gejala depresi dibanding orang yang mengonsumsi obat antidepresan escitalopram selama enam minggu.
Mereka dalam kelompok psilocybin juga lebih mungkin mengalami remisi dari gejala depresi, dibandingkan kelompok escitalopram, lapor Live Science.
"Psilocybin memberikan hasil yangl sangat baik dalam (percobaan) langsung ini," kata penulis utama studi Robin Carhart-Harris, kepala Pusat Penelitian Psikedelik di Imperial College London.
Temuan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan psilocybin dapat membantu beberapa penderita depresi.
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini kecil dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
Mereka juga menekankan tidak ada perbedaan yang bermakna secara statistik pada skor depresi antara kelompok psilocybin dan escitalopram.
Peneliti juga memperingatkan bahwa orang dengan depresi tidak boleh mengobati sendiri dengan psilocybin, karena pengunaan yang tidak di bawah pengawasan serta dengan dosis tidak teratur dapat menyebabkan dampak negatif.
"Konteks sangat penting untuk studi ini, dan semua relawan menerima terapi selama dan setelah sesi psilocybin mereka," sambung rekan penulis studi Rosalind Watts, psikolog klinis yang sebelumnya berbasis di Pusat Penelitian Psikedelik.
Baca Juga: Kisah Penyintas Depresi Pasca Melahirkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi