Suara.com - Sejak terjadinya gelombang kedua dan munculnya berbagai macam varian baru virus corona Covid-19, anak-anak dan orang usia muda menjadi kelompok yang dianggap paling berisiko daripada sebelumnya.
Di India sendiri, anak-anak dianggap sebagai penyebar virus corona Covid-19. Sebuah laporan pun mengungkapkan bahwa banyak anak usia 0 hingga 19 tahun dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19.
Dr Arun Shah, dokter anak senior, MD DCH FRCP FIMSA FIAP FNNF FIAMS, Presiden IAP Bihar 2018 pun telah menjelaskan bahwa pandemi virus corona 2020 dan 2021 sekarang ini cukup berbeda. Pada tahun ini, sebagian besar anak-anak dan orang usia muda sangat berisiko terinfeksi dibandingkan gelombang pertama pandemi.
Saat ini, virus dipercaya memiliki kemampuan melekat yang lebih tinggi dan anak-anak menjadi sasaran utamanya. Bahkan Dr Arun sering mendapatkan pasien anak-anak yang menunjukkan gejala virus corona Covid-19.
Beberapa gejala virus corona Covid-19 yang terlihat pada anak-anak, termasuk demam tinggi, diare, nyeri perut, kelelahan dan lemas. Tapi yang mengejutkan adalah terkadang anak terbukti positif Covid-19 secara klinis, Sedangkan laporan RT-PCR justru negatif.
Dr. Preetha Joshi, Konsultan, Neonatal, Pediatric dan Cardiac Intensivist, Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani (KDAH) pun menyarankan semua orang harus mewaspadai gejala virus corona Covid-19 pada anak, terutama bagi orangtua yang memiliki anak di rumah.
Jika anak mengalami demam dan anggota keluarga lainnya tidak memiliki gejala apapun, maka orangtua harus berasumsi bahwa anak tersebut positif Covid-19. Sedangkan orangtua atau anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala kala itu adalah infeksi yang paling umum.
Mulailah mengobati anak dari demam dengan obat antivirus, seperti parasetamol. Jika demam anak berlanjut sampai lebih dari 2 hari, maka anak harus melakukan tes RT-PCR atau usap hidung.
Saat ini dilansir dari Times of India, gejala virus corona yang paling terlihat pada anak adalah pilek dan batuk. Sedangkan, gejala lainnya adalah sakit perut. Jagalah tubuh anak tetap terhidrasi untuk membantu meringankan gejalanya.
Baca Juga: Benarkah Menghirup Uap Bisa Bantu Cegah Covid-19? Begini Kata Peneliti
Adapun dua tanda infeksi virus corona Covid-19 yang harus diwaspadai dan butuh penanganan medis segera, termasuk:
1. Anak positif Covid-19, karena ada anggota keluarga yang positif Covid-19 sehingga kondisi ini disebut Covid-19 akut atau anak itu baru terinfeksi virus corona.
Pada kasus ini, biasanya anak mengalami batuk dan pilek. Tapi, anak-anak dengan penyakit penyerta bisa mengembangkan gejala yang lebih parah, seperti sesak napas sehingga butuh rawat inap.
2. Gejala terlihat 4 minggu setelah anak tertular virus corona atau ada anggota keluarga yang positif Covid-19. Kondisi ini disebut sindrom Kawasaki, yang menyebabkan munculnya ruam, demam, kemerahan pada mata, lidah, tangan dan kaki.
Pantau kesehatan anak selama sebulan, karena sindrom ini berbahaya dan segera cari bantuan medis bila anak mengalami gejala sindrom Kawasaki.
Berita Terkait
-
Anak Alami Dampak Iklim, Bagaimana Gim Interaktif Ini Jadi Solusi Kesenjangan Edukasi?
-
Di Hadapan Sekber dan Perwakilan Pemda, Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Anak-Anak Istimewa
-
Bertahan di Tempat yang Menyakitkan: Kisah Lela dan Anak-Anak Terlupakan
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi
-
Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?