Suara.com - Masalah pencernaan merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak-anak. Hal tersebut, membutuhkan penanganan khusus untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala yang dirasakan.
Salah satunya adalah melalui tindakan endoskopi, yakni suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh (khususnya saluran cerna) secara visual melalui layar monitor, sehingga dapat dilihat dengan jelas setiap kelainan organ yang diperiksa.
Dengan endoskopi, seorang dokter bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat dibandingkan dari hasil yang diperoleh menggunakan cara tidak langsung seperti menggunakan X-ray maupun scanning.
Dr. dr. Ariani Dwi Widodo, Sp. A (K) menjelaskan mengenai waktu yang tepat kapan anak perlu dilakukan tindakan endoskopi, di antaranya ialah seperti saat ia merasa nyeri ulu hati yang berulang atau sudah berlangsung lama dan kurang responsif dengan pengobatan, sakit perut yang sudah berlangsung lama hingga anak kesulitan menelan.
Sembelit yang berat dan berlangsung lama, muntah darah atau terdapat darah saat buang air besar, dengan kembung berulang, mual atau muntah berulang, tertelan benda asing seperti koin, kelereng, atau mainan juga bisa dilakukan tindakan endoskopi.
"Kasus sederhana seperti nafas yang berbunyi, sebaiknya jangan diabaikan karena hal seperti ini mengindikasikan sesuatu," jelas dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda dalam siaran pers yang Suara.com terima.
Memahami kebutuhan ini, RSIA Bunda menghadirkan layanan inovatif dan terintegrasi bernama Bunda endoskopi Center yang digawangi oleh tim dokter berpengalaman, antara lain Dr. dr. Ariani Dwi Widodo, Sp. A (K); dr. Rabbinu Rangga Pribadi, Sp. Pd; dan Dr. dr. Elvie Zulka, Sp. THT.
Adapun prosedur dalam melakukan tindakan endoskopi di Bunda endoskopi Center yang terjadi pada kasus anak-anak yaitu sebelum melakukan tindakan anak akan diminta puasa dan diberikan bius ringan.
"Setelah anak tertidur dan dipastikan keadaannya stabil, pada evaluasi saluran cerna atas mulut akan disemprot spray anti nyeri, kemudian endoskopi akan dimasukkan melalui mulut dan perlahan-lahan dimasukkan sampai ke tenggorokan, lambung, dan usus dua belas jari," jelas dr. Arianim
Baca Juga: Sebelum Rapid Tes Antigen, Rizieq Disebut Meriang hingga Sakit Tenggorokan
Lamanya endoskopi, lanjut dia tergantung pada kasus anak dalam bentuk saluran cerna, namun secara umum, endoskopi atas memerlukan waktu sekitar 10-15 menit dan endoskopi bawah sekitar 30-45 menit.
Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi gangguan atau masalah di dalam tubuh anak, sehingga dokter dapat mengobatinya dengan tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa