Suara.com - Selama pandemi Covid-19, masker telah menjadi atribut yang sangat penting dan wajib digunakan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC telah menyatakan bahwa menggunakan masker ganda sangat dianjurkan d itengah tingginya penyebaran virus Covid-19.
Meski ada anjurkan untuk menggunakan masker double, tetap ada aturan yang harus ditaati supaya perlindungan yang didapatkan benar-benar efektif.
Dilansir dari Boldsky, masker double disarankan sebagai masker pengganti N95 yang harganya relative mahal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat bahwa masker bedah tanpa simpul hanya dapat memblokir 56 persen sedangkan masker kain memblokir 51,4 partikel batuk.
Masker bedah simpul dan selip memblokir 77 persen. Namun, kombinasi kain dan masker bedah memblokir partikel batuk hingga 85,4 persen. Oleh sebab itu, CDC menyarankan masyarakat untuk merangkap maskernya.
Berikut adalah beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat mendoublekan masker sehingga mengurangi penularan virus:
Masker kain tunggal cenderung longgar, yang dapat membuat individu terpapar virus. Namun bila dikombinasikan dengan masker bedah, masker ini cenderung jauh lebih efisien dalam mencegah penularan.
Menurut CDC, memakai satu masker, bedah atau kain, menghalangi sekitar 40 persen partikel yang masuk ke kepala yang terhirup. Ketika masker kain dikenakan di atas masker bedah, sekitar 80 persen diblokir.
Masker ganda yang pas memiliki potensi untuk mengurangi paparan aerosol yang mengandung virus hingga 96 persen. Pastikan masker bedah dan kain dalam kombinasi dikenakan dengan erat sehingga terpasang dengan baik pada kontur wajah untuk mencegah kebocoran udara di sekitar tepi masker.
Cara Mengganti Masker dengan Benar Lonjakan jumlah varian mutan SARS-CoV-2 di Tanah Air berarti mengenakan masker kain saja tidak akan memberikan perlindungan yang memadai terhadap infeksi COVID-19.
Baca Juga: Angka Kematian Meningkat Di India, Delhi Bangun Krematorium Darurat
Penggunaan metode 'masker ganda' dapat menciptakan penghalang yang lebih kuat terhadap penyakit virus yang mematikan, menurut para ahli. Inilah cara Anda dapat menutupi diri sendiri dan melindungi diri dari penyakit pernapasan. Lapisi masker kain di atas masker bedah - ini membantu seluruh penyiapan lebih pas dan menghilangkan celah di sekitar sisi wajah atau hidung. Pastikan pasnya nyaman dan tidak ada celah.
Pilih masker kain yang terbuat dari beberapa lapis kain tenunan rapat dan bernapas yang menyertakan kawat hidung sehingga Anda bisa memasangnya dengan benar di sekitar area hidung.
Penggunaan metode masker ganda' dapat menciptakan penghalang yang lebih kuat terhadap penyakit virus yang mematikan, menurut para ahli. Inilah cara Anda dapat menutupi diri sendiri dan melindungi diri dari penyakit pernapasan.
Lapisi masker kain di atas masker bedah - ini membantu seluruh penyiapan lebih pas dan menghilangkan celah di sekitar sisi wajah atau hidung.
Pastikan pasnya nyaman dan tidak ada celah. Pilih masker kain yang terbuat dari beberapa lapis kain tenunan rapat dan bernapas yang menyertakan kawat hidung sehingga Anda dapat memasangnya dengan benar di sekitar area hidung.
Anda dapat memeriksa bahan masker dengan menahannya di bawah sumber cahaya terang. Jika menghalangi cahaya, maka kualitasnya bagus. Anda juga bisa menggunakan mask brace, yaitu alat yang terbuat dari bahan elastis. Ini pas di atas masker dan membantu mencegah udara keluar dari bagian atas dan samping masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas