Suara.com - Kurang bergerak atau beraktivitas secara fisik bisa menempatkan remaja antara 11 hingga 14 tahun pada masalah kesehatan mental. Masalah ini terutama berkisar pada depresi.
"Anak-anak dan remaja yang berolahraga memiliki lebih sedikit gejala depresi dibandingkan mereka yang hanya berpartisipasi dalam kegiatan budaya," kata Else Marie Lysfjord yang mempertahankan gelar doktornya pada bulan Januari di Departemen Psikologi NTNU seperti yang dikutip dari Medical Xpress.
Depresi terjadi pada anak-anak semuda 11 tahun. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan olahraga sangat terkait dengan penurunan risiko gejala depresi.
Melansir dari Medical Xpress, anak perempuan khususnya rentan terhadap depresi daripada anak laki-alki.
"Dua kali lebih banyak anak perempuan daripada anak laki-laki melaporkan gejala depresi pada anak usia 11 tahun," kata Lysfjord, yang merupakan asisten profesor di Universitas Nord.
Anak perempuan tidak hanya lebih sering mengalami gejala depresi, tetapi penyakit mereka juga sering berlangsung lebih lama.
"Tiga kali lebih banyak anak perempuan daripada anak laki-laki pada usia ini melaporkan gejala yang terus-menerus selama setahun," kata Lysfjord.
Remaja yang melakukan olah raga dan kegiatan budaya lainnya memiliki tingkat gejala depresi yang paling rendah. Dalam kelompok ini, sekitar 15 persen anak perempuan dan 7 persen anak laki-laki mengalami banyak gejala depresi.
Anak perempuan yang berpartisipasi secara eksklusif dalam kegiatan budaya memiliki jumlah gejala depresi paling banyak, hampir 26 persen dibandingkan dengan anak laki-laki, yakni 21 persen.
Baca Juga: Picu Anak Tetap Aktif selama Ramadan, Yuk Lakukan Tips Berikut
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya