Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit di JAMA Pedriatics tentang asma di masa kanak-kanak menemukan bahwa riwayat keluarga, ras, dan jenis kelamin berkaitan dengan banyaknya anak-anak yang menderita asma.
Studi yang dipimpin oleh Henry Ford Health System ini menunjukkan anak yang orangtuanya juga punya riwayat asma berisiko dua hingga tiga kali lebih tinggi menderita penyakit yang sama, kebanyakan diketahui di usia empat tahun.
"Temuan ini membantu kami untuk lebih memahami kelompok anak-anak mana yang paling rentan terhadap asma di tahun pertama kehidupan mereka," kata Christine Cole Johnson, Ph.D., MPH, ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat di Henry Ford.
"Kami sekarang dapat menggunakan informasi ini untuk mengembangkan intervensi bagi anak-anak yang berisiko tinggi," lanjutnya, dilansir Medical Xpress.
Penelitian ini berdasarkan analisis terhadap lebih dari 12 ribu anak yang lahir antara 1980 hingga 2014. Data dikumpulkan dari 31 studi kohort penderita asma pada masa kanak-kanak di 30 negara bagian AS dan Puerto Rico.
Pengumpulan data juga didasarkan diagnosis asma pada anak dan mencakup riwayat asma dalam keluarga, jenis kelamin, ras, suku, tahun lahir dan pendidikan ibu. Jenis kelamin peserta studi hampir sama, 51% laki-laki dan 49% perempuan.
Studi ini didanai oleh Institut Kesehatan Nasional AS. Untuk lebih jelasnya, hasil dari studi adalah:
- Anak-anak yang keluarganya punya riawayat asma memiliki peningkatan risiko hingga dua kali lipat pada usia empat hingga 14 tahun.
- Anak laki-laki dengan riwayat keluarga asma memiliki risiko asma lebih tinggi dibanding anak perempuan di kehidupan awal. Pada usia 14 tahun tingkat kejadiannya hampir sama.
"Kami berharap hasil penelitian ini bermanfaat bagi peneliti dan penyedia layanan kesehatan untuk mengobati penderita secara lebih baik, atau bahkan mencegah asma pada anak-anak," pungkas Aruna Chandran, MD, MPH, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Bloomberg Universitas Johns Hopkins.
Baca Juga: Suami Joanna Alexandra Sempat Covid-19, Ini Cara Penderita Asma Jaga Diri
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance