Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa gen bayi lahir dengan berat sangat rendah (BBLSR) laki-laki yang lahir prematur menua lebih cepat daripada gen bayi laki-laki baru lahir cukup bulan. Ini adalah bagian dari analisis terlama di dunia tentang bayi BBLSR.
Hasil studi menunjukkan mereka rata-rata 4,6 tahun menjadi 'lebih tua' pada usia 30-an dibanding anak laki-laki yang dulunya lahir dengan berat badan normal.
Namun, perbedaan tersebut tidak ditemukan pada bayi BBLSR perempuan. Menurut peneliti, hasil studinya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bayi laki-laki prematur mungkin lebih sensitif terhadap stres prenatal.
"Meskipun tidak jelas mengapa penuaan biologis hanya terjadi pada bayi BBLSR laki-laki, ini menunjukkan bahwa paparan saat prenatal memainkan peran penting dalam penuaan," kata dokter dan ahli saraf Ryan Van Lieshout, dari McMaster University, Kanada.
Bayi yang tergolong BBLSR adalah yang beratnya kurang dari satu kilogram saat lahir, sedikit di bawah sepertiga berat normal rata-rata bayi yang dilahirkan cukup bulan.
Berdasarkan Science Alert, subjek penelitian ini adalah bayi BBLSR yang lahir pada 1977 hingga 1982. Mereka secara teratur ditindaklanjuti oleh ilmuwan sejak saat kelahiran.
Tidak ada rumus pasti untuk mengukur penuaan biologis, tetapi berbagai sinyal dalam tubuh dapat dinilai sebagai panduan, termasuk panjang telomer, segmen DNA yang terletak pada ujung kromosom sel eukariot.
Fungsi utama telomer adalah untuk melindungi DNA dari kerusakan dan mempertahankan kestabilan kromosom.
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa penuaan ekstra ini terjadi pada bayi laki-laki BBLSR dan bukan perempuan, dan apakah itu terkait dengan apa yang terjadi sebelum kelahiran.
Baca Juga: 3 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit, Cegah Penuaan Dini
"Perubahan ini dapat memiliki implikasi penting dalam hal penuaan dini, kerentanan penyakit, dan kematian, serta menyoroti kebutuhan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan pada bayi yang lahir prematur di seluruh rentang hidup," simpul para peneliti.
Selain faktor dari lahir ini, ada beberapa kebiasaan yang juga memengaruhi kecepatan penuaan secara biologis, seperti waktu tidur dan olahraga, pola makan, kebiasaan merokok, hingga ikatan sosial pada lingkungan sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?