Suara.com - Makanan tinggi garam bisa jadi pemicu besar dari meningkatnya tekanan darah. Di masyarakat beredar berbagai jenis makanan yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, terutama bagi pengidap hipertensi. Sebut saja pisang, brokoli juga buah bit.
Tapi benarkah buah-buahan itu bisa menurunkan hipertensi? Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia Dr. dr. Isman Firdaus, Sp.JP., mengatakan bahwa pemahaman itu tidak selalu salah namun bukan berarti hipertensi bisa sembuh dengan mengonsumsi sumber makanan tersebut.
"Sebenarnya prinsipnya buah dan sayur itu bagus. Jadi seperi pisang itu merelaksasi otot, buah bit ada kandungan nitrat. Tapi itu beda dengan obat yang sudah terukur. Jadi bukan untuk mengobati, tapi buah dan sayur adalah pola makan sehat yang bisa memberikan kebugaran," jelasnya dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (24/5/2021).
Rutin mengonsumsi jenis makanan tersebut memang dapat menurunkan risiko 0eningkatan tekanan darah. Tetapi bagi orang yang sudah terdiagnosa hipertensi, tekanan darah sudah di atas 160 lebih, dokter Isman mengatakan, tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi sayur dan buah sehat saja.
"Tapi perlu dengan obat-obatan," jelasnya.
Pada tahap awal, pasien hipertensi biasanya akan diberikan ibat untuk mengontrol darah tinggi untuk dikonsumsi selama 5 sampai 10 tahun. Akan tetapi konsumsi obat itu pula harus diimbangi dengan pola makan yang sehat. Jika tidak, maka risiko meningkatnya tekanan darah tetap bisa terjadi.
"Kalau tekanan darah sudah optimal, olahraga juga oke, pola makan juga rendah garam, saat itu juga akan menyebabkan tekanan darah jadi stabil dan dalam waktu 2 sampai 3 tahun bisa dikurangi dosis obatnya jika tensi sudah stabil di bawah 120. Tapi tetap harus dites setiap sebulan sekali. Kalau sempat meningkat lagi, harus mulai lagi dari awal," ucapnya.
Lantaran aktivitas fisik dan olahraga bisa meningkatkan tekanan darah, dokter Isman menyarankan agar pasien hipertensi lakukan olahraga aerobik. Artinya kontinyu dilakukan dalam satu waktu dan tanpa berhenti. Sebelum berolahraga, pasien hipertensi juga dianjurkan untuk mengukur tekanan darah terlebih dahulu.
"Boleh olahraga untuk yang hipertensi justru itu penting. Syaratnya tekanan darah harus stabil dulu. Jadi sebelum olahraga tensi dulu, kalau di bawah 140 boleh. Paling bagus memang aerobik karena kontinyu tidak berhenti selama minimal 30 menit per hari. Contohnya jalan kaki, bersepeda," pungkasnya.
Baca Juga: Bisa Tandai Potensi Hipertensi, Waspadai Anak Tidur Mengorok Saat Remaja
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?