Suara.com - Para peneliti telah menciptakan tes napas breathalyzer untuk mendeteksi Covid-19 dalam satu menit. Menurut peneliti, alat tes ini berpotensi menjadi 'game changer' atau pebgubah situasi.
Alat tes ini dikembangkan oleh tim peneliti dari National University of Singapura.
Cara menggunakannya hanya dengan bernapas normal ke dalam corong sekali pakai pada alat. Corong ini terhubung ke pengambil sampel napas yang dihubungkan ke spektrometri massa, perangkan yang dapat mendeteksi senyawa tak terlihat dalam napas.
Mesin kemudian menganalisis senyawa organik yang mudah menguap atau Volatile Organic Compound (VOC). Partikel ini dihasilkan oleh reaksi biokimia dalam sel manusia.
Alat ini akan mencatat tanda VOC yang berbeda dari orang yang terinfeksi virus corona. Tanda tersebut akan membantu tenaga medis yang menguji membedakan antara orang sehat dan yang terkena Covid-19.
Menyadur Insider, perangkat ini disebut BreFence Go COVID-19 Breath Test System, dan dapat memberikan hasilnya dalam waktu 60 detik (satu menit).
Apabila seseorang terbukti terinfeksi SARS-CoV-2, maka ia harus mengkonfirmasinya lagi dengan tes swab polymerase chain reaction (PCR).
Selama uji klinis, alat telah diuji pada lebih dari 3.000 orang, dengan tingkat akurasi lebih dari 90%.
Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura sekarang bekerja dengan Breathonix untuk menyebarkan perangkat ini bersamaan dengan uji cepat antigen di pos pemeriksaan darat Tuas negara yang menghubungkan Singapura ke Malaysia.
Baca Juga: Batam Larang Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards