Suara.com - Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyelidiki laporan langka tentang masalah jantung di kalangan remaja dan dewasa muda yang menerima vaksin Covid-19.
Mantan Kepala CDC mengatakan belum ada hubungan jelas antara vaksin Covid-19 dengan masalah jantung di kalangan remaja dan terus mendorong orangtua untuk memvaksinasi anak-anaknya.
Dr. Richard Besser, presiden dan CEO Robert Wood Johnson Foundation, memberi tahu bahwa CDC sedang menyelidiki laporan miokarditis atau peradangan otot jantung yang tidak biasa. Tapi Sejauh ini, CDC belum menemukan kasus yang dilaporkan melebihi tingkat dasar yang diharapkan.
Besser menjelaskan bahwa komite penasihat CDC tentang data analisis keamanan vaksin Covid-19 setiap minggu untuk potensi tanda bahaya. Meskipun, laporan miokarditis nampaknya berada dalam tingkat normal.
Tapi, komite CDC menganalisis laporan untuk memastikan vaksin Covid-19 bukan penyebab utamanya.
Seorang juru bicara CDC mengatakan beberapa laporan langka tentang masalah jantung telah muncul dalam beberapa pekan terakhir di AS dan luar negeri.
"Dalam beberapa pekan terakhir, ada laporan langka tentang miokarditis dan perikarditis yang terjadi setelah vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat dan Eropa," kata Ben Haynes, juru bicara CDC dikutip dari Fox News.
Ben Haynes, mengatakan miokarditis dan pericarditis adalah efek samping yang bisa terjadi setelah infeksi virus corona Covid-19 dan jenis vaksinasi lainnya. Kasus yang dilaporkan nampaknya ringan dan sering hilang tanpa membutuhkan pengobatan khusus.
"Meskipun laporan tentang kasus ini jarang terjadi setelah suntik vaksin. CDC dan FDA terus memantau dan mengevaluasi laporan miokarditis atau pericarditis yang terjadi setelah vaksinasi," jelasnya.
Baca Juga: Penting! 5 Fakta Terkini Seputar Infeksi Jamur Hitam yang Menyerang India
Selain itu, penyedia layanan kesehatan juga harus melaporkan semua kasus tersebut kepada VAERS. CDC terus merekomendasikan vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 tahun atau lebih, karena risiko infeksi virus corona dan komplikasi parah akibat penyakit tersebut.
"Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi Anda dan keluarga dari virus corona Covid-19," ujarnya.
Seorang dokter anak mengatakan bahwa sekarang ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menurut sudut pandang Besser, infeksi virus corona Covid-19 sendiri berbahaya dan risiko Covid-19 juga jauh lebih besar daripada risiko teoritis apapun dari vaksin.
Menurut data federal, setidaknya ada 3.742 kasus peradangan terkait virus corona yang langka dan serius. Ada 35 kematian terkait kondisi tersebut. CDC mengatakan setengah dari kasus ini terjadi pada anak-anak usia antara 5 hingga 13 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya