Suara.com - Politisi Gerindra Fadli Zon terinfeksi Covid-19. Padahal mantan Wakil Ketua DPR itu telah disuntik vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis pada Maret lalu.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Fadli Zon kini tengah dirawat di rumah sakit.
"Ini yang bersangkutan sedang mengalami, menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta," ucap Dasco dihubungi, Senin (31/5/2021).
Kendati menjalani perawatan di rumah sakit akibat Covid-19, Dasco menegaskan bahwa kondisi Fadli Zon dalam keadaan baik.
"Kondisi (Fadli Zon) alhamdulillah baik-baik saja," ucapnya.
Fadli Zon mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif Covid-19 melalui akun pribadi twitternya pada Minggu malam. Ia juga mengungkapkan jumlah antibodi dalam tubuhnya yang sudah divaksinasi penuh.
"Di hari-hari menjelang 50 tahun, akhirnya saya terpapar Covid-19. Maret lalu sudah 2 kali vaksin, n tes titer antibodi 250 (cukup baik)," kata Fadli Zon
Sejak awal, para pakar kesehatan memang tengaj menyampaikan bahwa meski sudah divaksinasi bukan jaminan 100 persen tidak akan terinfeksi virus corona. Hanya saja, vaksin dapat membantu untuk meringankan gejala yang timbul bahkan menurunkan risiko kematian.
Kebanyakan vaksin juga memiliki karakteristik seperti itu. Terlebih untuk vaksin Covid-19, penyakit yang baru tahun lalu ditemukan.
Baca Juga: Melirik Bisnis Bonsai, Laku Hingga Puluhan Juta Rupiah di Magelang
Dikutip dari Science The Wire, vaksin polio, yang sudah ditemukan puluhan tahun lalu juga demikian. Vaksin Salk tidak sepenuhnya menghentikan virus polio tumbuh di usus manusia. Tapi itu sangat efektif mencegah penyakit yang melumpuhkan karena memicu antibodi untuk menghalangi virus yang akan menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang.
Disebutkan bahwa vaksin bekerja dengan baik ketika memberikan pelatihan yang efektif dan tahan lama untuk sistem kekebalan tubuh. Sehingga ketika tubuh benar-benar bertemu dengan patogen penyebab penyakit, telah siap untuk memberikan respons yang optimal.
Terkait Covid-19, ahli imunologi masih mencari tahu 'korelasi perlindungan' atau faktor-faktor yang menyebabkan seseorang dari virus corona. Para peneliti meyakini, perlu jumlah antibodi penawar yang optimal, bukan hanya untuk mencegah virus tersebar ke seluruh tubuh tetapi juga mencegah terinfeksi sejak awal.
Akan tetapi saat ini, para ilmuwan masih lakukan penelitian terkait berapa jumlah amtibodi yang dihasilkan vaksin Covid-19 dan di bagian tubuh mana bekerja optimal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026