Suara.com - Orang dengan intoleransi dingin justru sering merasa kedinginan ketika orang lain merasa nyaman atau hangat. Intoleransi dingin ini hanya bisa terjadi di bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki. Namun, intoleransi dingin juga bisa menjadi gejala dari kondisi medis yang mendasarinya, lho. Apa saja?
Bagi Anda yang lebih sering bekerja di belakang meja, Anda perlu bergerak lebih banyak di sela-sela waktu bekerja. Jika tidak, Anda mungkin berisiko menghadapi beberapa masalah kesehatan fisik dan mental terkait kurang gerak. Yuk kenali apa saja tanda yang menunjukkan bahwa Anda kurang gerak!
Selengkapnya, ada di bawah ini !
1. Jangan Abaikan Tubuh Sering Kedinginan, Bisa Jadi Tanda 5 Kondisi Ini!
Orang dengan intoleransi dingin justru sering merasa kedinginan ketika orang lain merasa nyaman atau hangat. Intoleransi dingin ini hanya bisa terjadi di bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki.
Beberapa orang secara alami cenderung merasa lebih dingin daripada yang lain, tanpa sebab yang jelas. Namun, intoleransi dingin juga bisa menjadi gejala dari kondisi medis yang mendasarinya.
2. Jangan Abaikan, Ini 8 Tanda Bahwa Tubuh Anda Kurang Gerak
Bagi Anda yang lebih sering bekerja di belakang meja, Anda perlu bergerak lebih banyak di sela-sela waktu bekerja. Jika tidak, Anda mungkin berisiko menghadapi beberapa masalah kesehatan fisik dan mental terkait kurang gerak.
Baca Juga: Mudah Menggigil dan Kedinginan? Genetik Ternyata Berpengaruh!
Menggerakkan tubuh punya banyak manfaat, tak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Bergerak dapat meningkatkan fungsi setiap bagian tubuh, mulai dari persendian hingga otak. Bergerak juga meningkatkan sirkulasi darah, mendorong aliran cairan getah bening, meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan mengatur pembuangan.
3. Gejala Diabetes Tipe 2: Waspadai Kulit Tangan Bertekstur!
Diabetes tipe 2 salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bila diabaikan. Karena itu, semua orang perlu mewaspadai gejalanya supaya terdeteksi lebih dini dan menjalani pengobatan lebih cepat.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), punggung tangan terasa kencang dan kulit terlihat bertekstur termasuk kondisi yang perlu diwaspadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga