Suara.com - Bagi Anda yang lebih sering bekerja di belakang meja, Anda perlu bergerak lebih banyak di sela-sela waktu bekerja. Jika tidak, Anda mungkin berisiko menghadapi beberapa masalah kesehatan fisik dan mental terkait kurang gerak.
Menggerakkan tubuh punya banyak manfaat, tak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Bergerak dapat meningkatkan fungsi setiap bagian tubuh, mulai dari persendian hingga otak. Bergerak juga meningkatkan sirkulasi darah, mendorong aliran cairan getah bening, meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan mengatur pembuangan.
“Selama pandemi, kebanyakan kita bekerja dari rumah. Kita tidak menyadari jumlah jam yang dihabiskan di depan layar. Itulah mengapa menggerakkan tubuh sangat penting untuk mengurangi tingkat stres dan menjaga kesehatan kita,” jelas Dr Srikanth H.S, Ahli Naturopat Senior, dari Jindal Naturecure Institute, Bengaluru.
Dilansir dari Healthshots, berikut adalah 8 tanda yang menunjukkan bahwa Anda kurang bergerak.
1. Tekanan darah tinggi
Gaya hidup yang tidak aktif dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, aneurisma aorta, penyakit ginjal, dan stroke.
2. Pola tidur yang buruk
Olahraga atau gerakan tubuh yang tidak memadai seringkali dapat menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas, depresi, penurunan kekebalan tubuh, dan penurunan gairah seks.
3. Sakit punggung
Kurang bergerak sering menjadi penyebab sakit punggung. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, nyeri punggung yang berkepanjangan dapat menyebabkan degenerasi tulang belakang dan cedera.
4. Selalu merasa lapar
Bagi mereka yang merasa lapar sepanjang waktu, penting bagi Anda untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari. Jika tidak, tubuh menghasilkan terlalu banyak ghrelin yang membuat orang merasa lapar sepanjang waktu. Jika tidak dikontrol, dapat menyebabkan komplikasi yang parah di kemudian hari.
5. Sendi yang kaku
Pengerasan pada persendian, terutama lutut dan leher, terjadi karena kurangnya gerakan tubuh. Sendi yang kaku dapat menyebabkan asam urat, osteoartritis, dan artritis septik.
6. Penyakit jantung
Aktivitas fisik secara teratur membantu mengurangi beberapa faktor risiko kardiovaskular, termasuk obesitas, dislipidemia, hipertensi, sindrom metabolik, dan diabetes melitus.
Baca Juga: Tak Melulu Negatif, Simak Manfaat Positif Bergosip
7. Kurang fokus
Tidak melakukan olahraga atau kurang gerak dapat menyebabkan kurangnya fokus. Kewaspadaan dan perhatian pada akhirnya berkurang.
8. Obesitas
Obesitas adalah salah satu penyebab utama gaya hidup tidak aktif. Akibat dari obesitas dapat berupa tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan penyakit kandung empedu.
“Bergerak setiap 30 menit dapat membantu menghindari beberapa efek merugikan dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyetel alarm ponsel dan bangun 30 menit lebih awal untuk bergerak. Orang-orang yang tidak banyak bergerak sepanjang hari berisiko tinggi terkena penyakit gaya hidup,” demikian saran Dr Srikanth.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin