Suara.com - Sebagian besar orang pasti sepakat bahwa wanita sering kali terlihat lebih cepat menua dibandingkan pria. Meskipun, mereka juga memiliki peluang hidup lebih lama, hal ini tetap bukan kabar baik bagi wanita.
Untungnya, sekarang ini sudah banyak perawatan kecantikan kulit yang bisa menunda penuaan maupun membuat wajah terlihat lebih muda. Tapi, perawatan kecantikan kulit ini pastinya cukup mahal dan tak semua wanita bisa melakukannya.
Di sisi lain, para wanita juga perlu memahami beberapa penyebab mereka lebih cepat tua daripada pria, mulai dari kehamilan hingga masa menopause. Berikut ini dilansir dari Bright Side, 5 penyebab wanita menua lebih cepat daripada pria yang paling umum.
1. Wanita lebih banyak mengalami stres dibandingkan pria
Menurut Dr Judith Mohring, wanita lebih rentan terhadap gangguan mental, terutama terhadap hal yang terkait dengan pekerjaannya. Selain itu, perbedaan hormonal adalah salah satu kondisi yang membuat wanita lebih cepat menua.
Karena, fluktuasi hormon berhubungan dengan depresi. Apalagi, Seasonal Affective Disorder memengaruhi wanita lebih dari pria. Stres terus-menerus pasti mengarah pada penuaan dini.
2. Wanita melahirkan
Sebuah penelitian yang dilakukan di George Mason University membuktikan bahwa kehamilan membuat Anda terlihat 11 tahun lebih tua. Masalahnya, wanita yang pernah melahirkan memiliki telomer (bagian paling ujung DNA linear) lebih pendek dibandingkan mereka yang tidak pernah memiliki anak.
Semakin pendek telomer Anda, semakin tua penampilan Anda. Selain itu, stres saat hamil tidak jarang juga mempercepat proses penuaan.
Baca Juga: Heboh Virus Corona Varian Nepal, Haruskah Khawatir?
3. Kulit pria lebih tebal
Menurut dokter kulit, kulit pria 25 persen lebih tebal dari kulit wanita. Persentasenya dapat bervariasi dari orang ke orang tetapi angka umumnya tetap sama. Meskipun mereka mungkin ada lebih sedikit kerutan di wajah pria, kerutan yang ada lebih dalam daripada wanita.
4. Tingkat testosteron berbeda
Umumnya, estrogen adalah hormon khas pada wanita dan testosteron adalah hormon khas pada pria. Tingginya kadar testosteron bisa memperlambat penuaan. Meskipun hormon estrogen Tingginya kadar testosteron. Karena itu, wanita lebih cepat mengalami kerutan di wajah.
5. Menopause
Hilangnya hormon selama menopause mempercepat proses penuaan. Ketika wanita mengalami menopause, tubuh mereka berhenti memproduksi kolagen sebanyak dulu. Hal ini menyebabkan hilangnya elastisitas kulit yang membuatnya lebih terlihat tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia