Suara.com - Bakteri di dalam usus, atau lebih dikenal sebagai mikrobioma usus, ternyata memengaruhi banyak aspek. Tidak hanya kesehatan secara fisik saja, tetapi juga secara mental. Bahkan, manfaatnya sudah dapat dirasakan sejak masih bayi.
Berdasarkan penelitian baru dari Michigan State University dan University of North Carolina, Chapel Hill, mikrobioma usus pada bayi itu berbeda, terutama dengan respon rasa takut yang kuat dan respon mereka yang lebih ringan.
Respon rasa takut ini, sebagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi yang menakutkan, pada bayi dapat menjadi indikator kesehatan mental mereka di masa depan.
"Reaksi ketakutan adalah bagian normal dari perkembangan anak. Anak-anak harus waspada terhadap ancaman di lingkungan mereka dan siap untuk meresponsnya" kata Knickmeyer, profesor di Departemen Pediatri dan Pengembangan Manusia Fakultas Kedokteran Manusia, dilansir Medical Xpress.
Apabila para bayi tidak dapat meredam respon tersebut ketika sedang dalam situasi aman, bayi-bayi itu mungkin memiliki risiko tinggi untuk menderita gangguan kecemasan dan depresi di masa depan.
Sedangkan di sisi lain, bayi yang sering meredam rasa ketakutan mereka dapat mengembangkan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional, yang terkait dengan perilaku antisosial.
Untuk menentukan apakah mikrobioma usus terhubung dengan respons rasa takut pada manusia, Knickmeyer dan rekan kerjanya merancang studi percontohan dengan sekitar 30 bayi.
Kemudian peneliti mengkarakterisasi mikrobioma usus para bayi dengan menganalisis sampel tinja dan menilai respon ketakutan mereka dengan tes sederhana, yakni mengamati bagaimana seorang anak bereaksi terhadap seseorang yang memasuki ruangan sambil mengenakan topeng Halloween.
Mengumpulkan semua data, para peneliti melihat hubungan yang signifikan antara fitur spesifik mikrobioma usus dan kekuatan respon ketakutan bayi.
Baca Juga: Kecanduan Ngelem dan Rokok Ketengan, Remaja 16 Tahun Ketakutan Diciduk Polisi
Peneliti menemukan bahwa bayi yang merespon ketakutan secara kuat memiliki lebih banyak jenis bakteri di ususnya, dibanding anak-anak yang keragaman bakteri ususnya lebih sedikit.
Sebagai bagian dari penelitian, tim juga melakukan tes pencitraan pada otak bayi menggunakan teknologi MRI.
Mereka menemukan, keragaman mikrobioma usus pada anak usia satu tahun berkaitan dengan ukuran amigdala, bagian dari otak yang terlibat dalam pembuat keputusan cepat terhadap situasi mengancam.
Jadi, mikrobioma usus dapat memengaruhi bagaimana amigdala berkembang dan bekerja.
"Kami memiliki peluang besar untuk mendukung kesehatan saraf sejak dini. Tujuan jangka panjang kami adalah bahwa kami kami akan mempelajari apa yang dapat kami lakukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang sehat," pungkas Knickmeyer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun