Suara.com - Kelainan genital atau alat kelamin hipospadia pada anak lelaki, beberapa waktu lalu jadi pembicaraan di Indonesia akibat kejadian yang dialami salah satu mantan Atlet Voli Putri Indonesia, Aprilia Manganang. Hasilnya, kini banyak orangtua jadi jauh lebih waspada dalam mengenali gejala hipospadia, salah satunya perilaku saat anak buang air kecil celananya selalu basah.
Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals ASRI, dr. Arry Rodjani, Sp.U (K), menjelaskan batang penis yang tidak bisa ereksi, atau bengkok saat buang air kecil jadi salah satu tanda hipospadia.
"Kalau dia buang air kecil sambil berdiri akan membasahi celananya, jadi dia harus pipis sambil duduk," ujar dr. Arry dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Hipospadia adalah kelainan lubang penis tidak terletak di ujung penis, melainkan di bawah penis, di dekat buah zakar, atau berada di bagian bawah kepala penis
Tanda celana basah pada hipospadia ini berbeda dengan perilaku mengompol pada anak, yang memang belum mengerti toilet training.
Celana basah sat buang air kecil biasanya terjadi pada anak hipospadia yang sudah mengerti toilet training, tapi tetap saja celananya basah saat buang air kecil sambil berdiri.
Di sisi lain, dokter spesialis urologi dr. Irfan Wahyudi mengatakan jika anak yang celananya selalu basah saat buang air kecil, dokter biasanya akan menganalisis apakah ada gangguan lain.
"Anak harus dianalisis dulu bisa secara anatomi (struktur tubuh) atau apakah faktor fungsional, di mana penis tidak bisa fungsi normal. Jadi harus dicek dulu," terang dr. Irfan.
Sementara itu kelainan hipospadia adalah cacat lahir kelainan anatomi yakni posisi lubang penis (uretra) tidak berada di tempat seharusnya. Kejadian ini dialami 1 berbanding 200 hingga 300 kelahiran bayi laki-laki.
Baca Juga: Bayi Tabung Tingkatkan Risiko Hipospadia Hingga 5 Kali Lipat
Satu-satunya solusi hipospadia adalah tindakan operasi yang akan mengoreksi atau memindahkan lubang penis ke posisi seharusnya, yakni di tengah ujung kepala penis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi