Suara.com - Saat ini, anak-anak dan remaja memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19. Menurut penelitian, gejala virus corona yang harus diwaspadai anak-anak pun berbeda dengan orang dewasa.
Anak-anak masih bisa berisiko tertular virus corona Covid-19 dan jatuh sakit karena infeksi tersebut, tetapi kondisi mereka sangat jarang berakhir fatal atau meninggal dunia.
Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, kurang dari 15 anak di Inggris meninggal dunia karena virus corona Covid-19. Artinya, kemungkinan risiko anak-anak meninggal dunia akibat Covid-19 itu hanya 1 : 1 juta.
Menurut Calum Semple, profesor kesehatan anak dan pengobatan wabah di University of Liverpool, anak-anak masih bisa menjadi pembawa virus corona, menularkan virusnya ke anak-anak sebayanya dan anggota keluarganya yang berisiko terinfeksi parah.
Menurut data aplikasi ZOE Covid Symptom Tracker, dari anak-anak yang positif virus corona biasanya mengalami sebagain besar gejala klasik pada orang dewasa.
NHS menyatakan bahwa tiga gejala utama virus corona pada orang dewasa dan anak-anak adalah batuk terus-menerus, suhu tinggi serta hilangnya rasa dan bau.
Gejala klasik virus corona Covid-19 itu sudah terdaftar sejak Mei 2020. Tapi, studi ZOE menemukan setengah anak-anak yang positif virus corona tidak memiliki gejala klasik tersebut.
Selain itu, sepertiga anak tidak pernah mengalami salah satu dari 20 gejala virus corona yang umum di antara pasien dewasa. Artinya, mereka memiliki gejala atipikal atau tidak sama sekali ketika positif virus corona.
Berikut ini dilansir dari The Sun, 5 gejala umum virus corona Covid-19 pada anak-anak yang seharusnya diwaspadai.
Baca Juga: Australia Perintahkan Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Orang Usia 60 Tahun Lebih, Kenapa?
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Kehilangan nafsu makan
Penelitian juga menunjukkan bahwa 15 persen anak-anak yang positif virus corona mengalami ruam kulit tak biasa. Kondisi ini juga telah terlihat pada orang dewasa yang positif Covid-19, seperti gatal-gatal, eksim dan lepuh pada jari serta kaki.
Sebelumnya, profesor Tim Spector, peneliti Utama aplikasi ZOE, mengatakan tidak ada perbedaan gejala virus corona yang jelas antara anak-anak di sekolah dasar dan sekolah menengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI