Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan adanya kasus respiratory syncytial virus (RSV) yang terdeteksi di Amerika Serikat selama beberapa minggu terakhir.
CDC mengatakan bahwa RSV adalah penyakit di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang bisa membuat anak-anak dan orang dewasa menderita parah.
RSV adalah virus pernapasan umum yang bisa menyebabkan gejala ringan, seperti pilek. Tetapi, seseorang dengan penyakit ini biasanya sembuh dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Fox News, hampir semua anak diperkirakan telah mengalami infeksi RSV pada tahun kedua kehidupannya. Tapi, CDC memperingatkan bahwa bayi dan balita adalah kelompok yang paling berisiko menderita parah ketika terserang RSV, karena memiliki tidak memiliki jumlah paparn yang biasa.
CDC pun memperingatkan bahwa kasus RSV ini terlihat meningkat di wilayah selatan AS. Pihaknya menyarankan petugas kesehatan melakukan pengujian yang lebih luas untuk mendeteksi kasus RSV. Karena, RSV termasuk penyakit pernapasan akut, meskipun seseorang negatif virus corona Covid-19.
Infeksi RSV di AS biasanya terjadi selama musim dingin dan flu di musim gugur dan musim dingin. Tapi, kasus ini sempat terlihat menurun cukup signifikan pada April 2020. Hal ini mungkin disebabkan oleh aturan pembatasan sosial dan di rumah aja untuk mengurangi penyebaran virus corona.
Bahkan, jumlah kasus RSV ini tetap rendah sejak Mei 2020 hingga Maret 2021. Setelah itu, CDC mengamati adanya peningkatkan jumlah kasus RSV yang dilaporkan ke Sistem Pengawasan Virus Pernapasan dan Enterik Nasional (NREVSS).
Pejabat kesehatan pun memperingatkan bahwa peningkatan jumlah kasus RSV ini mungkin dipengaruhi oleh aturan pembatasan sosial yang mulai dilonggarkan, meskipun pandemi virus corona belum berakhir.
"Karena berkurangnya sirkulasi RSV selama bulan-bulan musim dingin 2020-2021, bayi dan balita mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit RSV. Karena, mereka kemungkinan tidak memiliki tingkat paparan RSV yang khas selama 15 bulan terakhir," kata CDC.
Baca Juga: Duh! Virus Corona Covid-19 Bisa Infeksi Testis
Pada bayi di bawah enam bulan, infeksi RSV dapat menyebabkan gejala iritabilitas, pola makan yang buruk, lesu dan apnea dengan atau tanpa demam.
Pada bayi yang lebih tua dan anak kecil, rinore dan penurunan nafsu makan dapat muncul satu hingga tiga hari sebelum batuk. Terkadang, gejalanya juga disertai bersin, demam dan mengi.
Pada orang dewasa, gejala RSV biasanya konsisten dengan infeksi saluran pernapasan atas, termasuk rinore, faringitis, batuk, sakit kepala, kelelahan dan demam.
Pada kasus yang parah, RSV juga bisa menyebabkan infeksi parah, seperti bronkiolitis, radang saluran udara kecil di paru-paru, pneumonia dan infeksi paru-paru. Kondisi ini juga merupakan penyebab umum dari bronchitis dan pneumonia pada anak-anak di bawah usia 1 tahun.
Pada sebagian besar infeksi, virus akan hilang dengan sendirinya. Jadi, tidak ada pengobatan khusus meskipun para ahli sedang berusaha membuat vaksin atau antivirus potensial. Mengatasi demam atau nyeri dengan obat bebas bisa membantu meringankan gejala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh