Suara.com - Di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah memastikan akan menunda pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah di zona merah.
"Percobaan pembelajaran tatap muka di zona merah akan ditunda. Sampai kita yakin bahwa kota dan kabupaten kita kembali ke zona risiko rendah," ujar Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Kartikasari Broto Asmoro, dalam terangan pers kepada suara.com (19/6/2021).
Sehingga kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdibud Ristek) lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, untuk membuka serentak PTM terbatas di sekolah dipastikan ditunda apabila wilayah berzona merah.
Apalagi kasus Covid-19 harian pada Jumat, (18/6) tembus 12.990. Angka ini terus naik setelah sejak Kamis (17/6) Kamis tercatat 12.624 orang positif Covid-19 dalam sehari.
Ini merupakan penambahan kasus Covid-19 tertinggi sejak periode Januari hingga Februari yang lalu merupakan dampak Liburan Natal dan Tahun Baru 2021.
Penentangan pembukaan sekolah juga disampaikan berbagai pihak, termasuk dari para pakar kesehatan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, yang meminta pemerintah pertimgangan kembali terkait PTM Terbatas.
"Skeptis boleh saja. Tapi harus didasari data. Pasalnya satu kebijakan ini belum tentu cocok untuk semua daerah. Apalagi daerah berstatus zona merah dan yang bed occupancy rate (BOR) tinggi. Ada baiknya dipertimbangkan dengan baik untuk buka kembali sekolah-sekolahnya," tutur Prof. Zubairi melalui cuitannya beberapa waktu lalu.
Pendapat serupa juga diutarakan Koordinator Perhimpunaan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriawan Salim, jika pembukaan sekolah tidak perlu dilakukan serempak, dan harusnya dilakukan secara bertahap.
"Jadi Juli bukan serentak, mungkin ada daerah September baru bisa buka, Oktober baru bisa buka, atau Desember baru bisa buka," jelas Salim dalam acara diskusi virtual bersama suara.com beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Jakarta Masuki Fase Genting, Ini Sebaran RT/RW Zona Merah di DKI
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudiristek) RI, Sri Wahyuningsih mengungkap data survei jika saat ini sudah ada 33 persen atau tepatnya 65.054 dari 196.639 responden sekolah yang menjalankan PTM Terbatas.
Responden sekolah adalah perwakilan data yang terlibat dalam survei Kemendikbudiristek, dan bukan jumlah data seluruh sekolah di Indonesia.
Sisanya masih ada 67 persen atau tepatnya 131.585 responden sekolah yang belum menjalankan PTM Terbatas di Indonesia, dari seluruh jenjang pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi