Suara.com - Virus coronaa varian delta jadi cukup memprihatinkan dengan mutasinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menamai mutasi itu dengan strain B.1.617.2.
Virus corona varian delta disebut menjadi pemicu gelombang kedua di India. Kabar buruknya, varian ini bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian 'Delta plus' atau 'AY.1'.
Dilansir dari Indiatvnews, sejauh ini, kasus varian Delta Plus telah dilaporkan di empat negara bagian: Maharashtra, Madhya Pradesh, Kerala dan Karnataka. Bahkan varian delta plus kini diwaspadai jadi pemicu gelombang ketiga di India.
Data awal menunjukkan bahwa varian Delta plus menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap pengobatan koktail antibodi monoklonal. Perawatan untuk Covid-19 ini baru-baru ini disahkan oleh Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO).
Untuk itu, berikut ini adalah fakta yang diketetahui sejauh ini tentang varian delta plus
Pertama kali ditemukan di Eropa.
Varian Delta Plus pertama terlihat di Eropa pada Maret tahun ini. Varian itu dibawa ke domain publik pada 13 Juni. Menurut para ilmuwan, varian Delta (B.1.617.2) telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta Plus.
Di India, kasus pertama varian Delta plus dilaporkan pada seorang wanita berusia 65 tahun dari Bhopal, yang telah pulih dari COVID-19 di bawah isolasi rumah dan juga diberikan dua dosis vaksin. Sampelnya dikumpulkan pada 23 Mei dan laporan dari National Central for Disease Control (NCDC) pada 16 Juni menyatakan dia dites positif untuk varian tersebut.
Sangat menular
Baca Juga: PN Jaksel Tetap Gelarkan Sidang Kasus Pidana-Perdata Meski 6 Pegawai Positif Covid
Berdasarkan laporan, Delta Plus dianggap sangat menular. Varian Delta plus menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap perawatan koktail antibodi monoklonal.
Pakar kesehatan, telah memperingatkan bahwa Delta Plus, dapat melepaskan gelombang ketiga dalam beberapa bulan mendatang, karena mungkin dapat menghindari sistem kekebalan tubuh.
Resistensi pada antibodi monoklonal
Penularan varian baru merupakan faktor penting. Ahli imunologi Vineeta Bal mengatakan resistensi varian Delta plus terhadap koktail antibodi monoklonal bukanlah indikasi virulensi atau tingkat keparahan yang lebih tinggi. Bal adalah staf pengajar tamu di Institut Pendidikan dan Penelitian Sains India Pune.
"Seberapa menular varian baru ini akan menjadi faktor penting untuk menentukan penyebarannya yang cepat atau sebaliknya," kata Vineeta Bal kepada PTI. Dia menambahkan, "Jadi, pada individu yang terinfeksi dengan varian baru, itu mungkin bukan masalah yang perlu dikhawatirkan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi