Suara.com - Sebuah Penelitian terbaru menemukan pola makan yang bisa menurunkan risiko seseorang tertular virus corona Covid-19 dan terinfeksi parah ketika tertular.
Para peneliti yang dipimpin oleh King's College London, menemukan bahwa pola makan sehat dikaitkan dengan risiko terinfeksi virus corona Covid-19 yang lebih rendah.
Mereka mengatakan pola makan dengan konsumsi makanan yang berkualitas baik bisa membantu meningkatkan kesehatan usus. Pada akhirnya, hal ini akan membantu meningkatkan kekebalan dan melindungi kita dari serangan virus corona Covid-19.
Studi ini menemukan orang yang mengonsumsi makanan berkualitas tinggi sekitar 10 persen lebih kecil risikonya mengembangkan virus corona Covid-19 dibandingkan orang yang konsumsi makanan berkualitas rendah.
Selain itu, mereka juga 40 persen lebih kecil risikonya untuk menderita parah ketika tertular dan terinfeksi virus corona Covid-19. Sehingga, ini bisa menjadi cara menekan kasus rawat inap Akibat Covid-19.
Studi ini mencari data soal hubungan pola makan dengan virus corona Covid-19 melalui aplikasi ZOE Covid Symptom Study yang melibatkan 600 ribu orang Inggris dan Amerika.
Melalui aplikasi tersebut, para contributor mengisi survei tentang makanan yang mereka konsumsi sebelum dan sesudah pandemi virus corona Covid-19. Berdasarkan data dari 600 ribu pengguna aplikasi, hampir 32 ribu yang tertular virus corona Covid-19.
Para peneliti pun mengukur risiko seseorang terinfeksi virus corona dari pola makan yang dijalani. Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan pada bulan Juni 2021 menemukan bahwa minum secangkir kopi setiap hari bisa melindungi diri dari virus corona Covid-19.
Menurut peneliti, minum kopi berkaitan dengan risiko terinfeksi virus corona yang lebih rendah karena memiliki senyawa antioksidan dan antiinflamasi. Kedua senyawa alami itu memediasi risiko pengembangan gejala virus corona.
Baca Juga: Ilmuwan Sebut Vaksin Flu Bisa Turunkan Risiko Infeksi Parah Akibat Covid-19
Sedangkan dalam survei melalui studi ZOE, peneliti mengelompokkan makanan dalam 2 cara. Satu metode memiliki skor antara 14 (diet buruk) dan 70 (diet baik). Lalu metode lainnya memiliki rentang antara 5 (diet buruk) dan 15 (diet baik).
Dilansir dari The Sun, para peneliti pun memberikan poin tinggi pada makanan, seperti:
- Buah-buahan
- Sayuran
- Biji-bijian utuh
- Ikan berminyak, seperti salmon
- Kacang-kacangan
Poin yang lebih rendah untuk makanan yang sudah diproses atau tinggi gula, garam dan lemak jenuh, seperti:
- Biji-bijian olahan
- Kentang goreng
- Minuman manis
- Produk susu
- Daging
- Makanan cepat saji
- Telur
- Makanan manis, seperti permen, kue
Selain itu, peneliti juga menemukan kebanyakan orang yang memiliki pola makan sehat adalah wanita, lansia, petugas kesehatan, orang dengan BMI rendah, orang yang rutin olahraga dan tinggal di wilayah makmur.
Studi pertama ini menunjukkan bahwa pola makan sehat benar-benar mengurangi risiko tertular virus corona Covid-19. Penelitian kecil lainnya juga menunjukkan bahwa orang vegan atau percatarian cenderung tidak terinfeksi parah ketika tertular virus corona.
Temuan ini sejalan dengan hasil terbaru dari studi PREDICT kami, menunjukkan bahwa orang yang konsumsi makanan berkualitas tinggi memiliki mikroba yang lebih sehat. Anda tidak harus menjadi vegan, tapi makanlah sayur lebih banyak," kata Profesor Tim Spector, ilmuwan utama di ZOE COVID Study dan profesor epidemiologi genetik di King's College London
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh