Suara.com - Jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding sebelumnya. Hal ini tentu membuat kita menjadi lebih khawatir dengan masifnya penyebaran virus corona jenis baru itu.
Ketika ada virus yang menyebar dengan cepat dengan tingkat penularan yang tinggi, Anda harus menyelidiki semua kemungkinan risiko infeksi virus tersebut.
Salah satu area paling berisiko yang belum mendapat perhatian adalah gedung-gedung besar seperti menara atau apartement.
Dikatakan, penularan Covid-19 umumnya terjadi langsung dari orang ke orang. Namun dalam sebuah penelitian menunjukkan orang yang tinggal di gedung tinggi sangat berisiko terinfeksi jika terjadi kerusakan pada sistem perpipaan.
Untuk itu penting bagi penghuni gedung bertingkat untuk menyadari hal ini dan mengambil langka menjaga diri dan membuat mereka tetap aman.
Dilansir dari Asiaone, Institut Desain Bangunan Berkelanjutan di Universitas Heriot-Watt melakukan penelitian saat wabah virus SARS tahun 2003 di sebuah blok apartement di Hong Kong, yang dikenal sebagai Amoy Gardens.
Mulai dari lantai 33 hingga lantai 41 dengan sekitar 19.000 penduduk, ada lebih dari 300 kasus sakit terkonfirmasi dengan 42 kematian atau sekitar seperenam dari semua infeksi dan kematian SARS di Hong Kong secara keseluruhan.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pandemi SARS menunjukkan bahwa kerusakan pada pipa air limbah di Amoy Gardens adalah penyebab utama wabah tersebut terjadi.
Laporan WHO mengatakan, ketika orang yang terinfeksi SARS mengalami diare, "tetesan virus" di udara dapat berpindah melalui saluran pembuangan dan jaringan pipa dari satu kamar ke kamar lainnya.
Baca Juga: Belajar Berdampingan dengan Covid, Nakes Inggris akan Tetap Bekerja Meski Terpapar Corona
Rute transmisi udara ini dibantu oleh kipas ekstraksi kamar mandi yang menarik udara yang terkontaminasi ke dalam ruangan.
Apa yang Bisa Dilakukan
Di balik tragedi ini, peneliti menyelidiki transmisi silang infeksi di dalam gedung selama hampir 20 tahun.
Bersama dengan rekan peneliti David Kelly dan Thomas Aspray, peneliti menerbitkan hasil pada tahun 2017 dari percobaan pada pipa air limbah dua lantai skala penuh.
Peneliti kemudian menggunakan organisme model untuk mewakili patogen yang masuk ke dalam sistem, sambil menerapkan kondisi yang sama seperti di kamar apartement di Hong Kong dulu.
Benar saja, ini menunjukkan bahwa organisme tersebut dapat ditularkan antarruangan di lantai yang berbeda dari sebuah bangunan melalui sistem aliran udara yang membantu air bergerak di pipa.
Tidak hanya organisme di udara di dalam ruangan, tetesan itu juga mengontaminasi permukaan ruangan dan di dalam sistem itu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian