Suara.com - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 prof. Wiku Adisasmito membenarkan bahwa jumlah testing Covid-19 turun sejak 18 Juli. Rata-rata testing di bawah 140 ribu orang per hari, dari target 324 ribu lebih.
Menurut Wiku, turunnya jumlah testing harian berkaitan dengan melonjaknya kasus positif hingga 10 ribu per hari dalam tiga pekan terakhir. Sehingga sejumlah laboratorium tidak bisa menampung jumlah spesimen itu.
Selain itu kemunculan varian Delta yang telah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa-Bali, juga menjadi salah satu pemicu melonjaknya kasus Covid-19.
"Saat ini karakteristik varian Delta yang mudah menular memberikan tekanan yang cukup besar pada fasilitas penyedia layanan kesehatan serta laboratorium serta berbagai unsur lainnya. Sehingga menimbulkan potensi keterlambatan pencatatan target nasional," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).
Dikutip dari data Satgas Penanganan Covid-19, testing per 18 Juli tercatat 138.175 orang. Turun pada 19 Juli menjadi 127.461 orang. Per 20 Juli testing 114.674 orang. Kemudian 21 Juli testing 116.232 orang. Terbaru 22 Juli testing baru meningkat hingga 228.702 orang.
"Terkait testing saat ini mengedepankan prinsip prioritas, yaitu mendahulukan suspect dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka positivity rate nasional yang sampai minggu ke-tiga Juli mencapai 28,27 persen, baik pemerikasaan PCR maupun antigen," kata Wiku.
Menurut Wiku, seharusnya data testing dilihat secara mingguan bukan harian, sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Karena kalau melihat secara harian akan sangat dinamis naik turunnya. Per pekan ketiga Juli 2021, Indonesia telah mencapai 4 kali dari standar testing yang ditargetkan oleh WHO," bela Wiku.
Target 320 ribu testing dalam sehari diharapkan bisa tercapai secepatnya, kata Wiku. Ia menekankan, harus ada kerjasama setiap daerah untuk mencapai rasio target testing yang spesifik di tiap daerah berdasarkan positivity rate masing-masing Kabupaten/Kota.
Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Covid-19 Moderna
"Sekaligus pemberdayaan posko di tingkat komunitas untuk mencapai target tracing sebanyak minimal 15 kontak untuk satu kasus konfirmasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam