Suara.com - Lonjakan kasus Covid-19 pada anak tak kalah mengkahawatirkan dibanding kasus positif Covid-19 pada orang dewasa maupun lansia. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) prof. dr. Aman Pulungan, Sp.A. bahkan menyebutkan bahwa satu dari sepuluh bayi lahir dari ibu yang positif Covid-19.
"Ibu hamil yang Covid-19 itu ada 1 di antara 10 sampai 11 ibu hamil lainnya, banyak sekali. Jadi bisa dibayangkan nantinya dalam pandemi ini ada berapa banyak bayi yang lahir berpotensi (Covid-19), apalagi angka kelahiran kita hampir 5 juta setiap tahunnya," ucapnya saat siaran langsung Instagram bersama RSCM Kencana, Jumat (23/7/2021).
Dokter Aman mengkritik, selama 16 bulan pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia ternyata tidak dijadikan pembelajaran juga adaptasi terhadap kondisi yang terjadi. Dampaknya, selama 16 bulan ini, kasus positif Covid-19 dan juga angka kematiannya pada anak terus bertambah. Kondisi itu makin terlihat selama tiga minggu terakhir, selama PPKM Darurat.
"Tiga minggu PPKM ini sangat mencolok kasus anak. Awalnya kita setiap minggu sekitar 3.000-4.000 (kasus positif baru). Awal minggu kedua Juli masuk 5.000-7.000. Lalu naik sekarang 11.000, sekarang 17.000 per minggu anak yang sakit," ungkap dokter Aman.
Peningkatan juga terlihat pada pasien Covid-19 anak yang meninggal. Sebelumnya, dalam seminggu laporan kematian akibat Covid-19 pada anak sekitar 5 sampai 15 orang. Namun selama tiga pekan terakhir meningkat menjadi di atas 100 anak per minggu. Kematian itu terjadi dari segala usia, mulai dari bayi hingga remaja.
Dibenarkan oleh dokter Aman bahwa kasus positif Covid-19 pada anak memang hanya menyumbang sekitar 10-15 persen dari akumulasi kasus nasional. Tetapi, paling tidak, seharusnya persiapan untuk penanganan wabah virus corona itu juga dilakukan minimal 10 persen. Terutama, terpenting menyiapkan ruangan ICU dan PICU khusus bayi baru lahir dan anak.
"Memang anak 80 sampai 85 persen tidak harus dirawat, tapi 10 sampai 15 persen harus dirawat. Dan antara 1 sampai 5 persen ini butuh ICU dan Peditric ICU," ucapnya.
Tak hanya itu, banyaknya ibu hamil yang positif Covid-19 juga menjadi kendala dalam pelayanan rumah sakit untuk melahirkan. Dokter Aman mengungkapkan, sekarang ini banyak terjadi rujuk lepas di mana ibu hamil yang positif Covid-19 tidak diterima di rumah sakit bukan rujukan Covid-19.
"Itu kejadiannya di Jakarta. Jadi bisa dibayangkan, harusnya kita akan siap dan sebetulnya sama perawatannya. Kalau di antara 10 sampai 11 ibu hamil ini ada yang positif Covid-19, dan kita dalam setahun ini kelahirannya 5 juta, kita bakalan tidak sanggup menerima kelahiran bayi dari ibu yang positif kalau rumah sakit tidak mau menerima mereka melahirkan di sana," ucap dokter Aman.
Baca Juga: Perhatikan Gejala Covid-19 Pada Anak, Waspadai Gejala-gejala Seperti Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda