Suara.com - Pemerintah Thailand memindahkan pasien Covid-19 di Bangkok ke berbagai provinsi yang jumlah kasusnya tidak terlalu banyak. Pasien-pasien tersebut dipindahkan dengan kereta api.
Mereka dipindahkan untuk menjalani isolasi dan perawatan agar meringankan beban sistem medis ibu kota Bangkok yang sudah kewalahan. Salah satu kereta membawa lebih dari 100 pasien dan pekerja medis dengan peralatan pelindung lengkap pada Selasa (27/7) waktu setempat.
Kereta tersebut akan menurunkan pasien di tujuh provinsi, di mana mereka akan bertemu dengan petugas kesehatan dan dibawa ke rumah sakit.
Otoritas medis di Bangkok mengatakan bahwa semua tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) untuk pasien Covis-19 di rumah sakit umum penuh dan beberapa pasien hanya dirawat di ruang gawat darurat. Para pejabat mengatakan mereka telah meminta petugas medis militer untuk membantu di rumah sakit sipil.
“Pelayanan ini akan terus kami lakukan hingga tidak ada lagi pasien Covid-19 yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di Bangkok,” kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul dikutip dari Channel News Asia.
Ia menambahkan, bus, van, bahkan pesawat mungkin juga akan digunakan untuk mengirim pasien Covid-19 ke provinsi yang tidak terlalu terpengaruh pandemi.
Thailand awalnya berhasil mengendalikan kasus virus corona selama pandemi 2020. Tetapi wabah semakin meluas selama beberapa bulan terakhir. Pada pertengahan Desember 2020, Thailand hanya mencatatkan kasus Covid-19 sebanyak 4.246 kasus. Jumlahnya terus meningkat hingga saat ini mencapai 512.678 kasus dengan lebih dari 4 ribu kematian.
Pemerintah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menghadapi kritik keras atas penanganannya terhadap lonjakan varian delta dan program vaksinasi yang dinilai lambat.
Sebanyak 137.263 kasus dan 2.176 kematian telah dicatat di ibu kota Bangkok. Sebagian besar dari 4.451 tempat tidur pasien Covid-19 di kota berpenduduk sekitar 15 juta itu telah ditempati oleh orang-orang dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Rumah sakit mulai mendesak agar pasien dengan kondisi tersebut untuk mengisolasi di rumah atau di pusat isolasi komunitas.
Baca Juga: Cek Shelter di Jogja, Menteri PUPR Minta Pasien Covid-19 Tak Boleh Isoman di Rumah
Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang mengatakan pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Kereta Api Negara untuk memasang 240 tempat tidur di 15 gerbong kereta api di gudang pemeliharaan stasiun Bang Sue.
Area itu akan digunakan sebagai "pusat pra-penerimaan" untuk pasien virus corona tanpa gejala. Aswin menegaskan, geebong itu harus sudah siap untuk digunakan pada Jumat (30/7) mendatang.
Meski terjadi lonjakan pasien di rumah sakit, pemerintah Thailand mengatakan pasokan oksigen di rumah sakit cukup dan produsen telah diminta untuk memastikan stok tersedia. Tetapi pasien Covid-19 yang tidak menemukan tempat untuk perawatan di RS tidak selalu bisa mendapatkan oksigen tambahan.
Sementara itu, beberapa kuil di Thailand juga mulai menawarkan kremasi gratis karena jumlah kematian meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak