Suara.com - Mungkin berada di rumah dianggap menjadi tempat paling aman dan menyehatkan. Padahal beberapa alat rumahan Anda bisa mengandung bahan kimia yang bisa berefek pada kesehatan.
Banyak perabotan rumah tangga yang mengandung PFA (Zat Per-and Polyfluoroalkyl) juga dikenal sebagai 'Forever Chemicals' karena lama terurai di lingkungan dan tubuh.
Paparan jangka panjang terhadap PFA dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti peningkatan risiko beberapa kanker, berat lahir rendah, dan masalah dengan sistem tiroid dan kekebalan tubuh.
Terlepas dari dampak mereka yang berpotensi beracun, bahan kimia ditemukan dalam beberapa barang rumah tangga umum. Melansir dari Insider, berikut beberapa peralatan rumah tangga yang bisa berefek pada kesehatan tanpa disadari, antara lain:
1. Wajan atau teflon anti lengket
Hingga 2013, produk Teflon dibuat dengan PFOA, sejenis PFA yang telah dikaitkan dengan pemicu masalah kesehatan seperti peningkatan risiko beberapa kanker, berat badan kelahiran rendah, dan berkurangnya fungsi sistem kekebalan tubuh.
Sebagian besar produk anti lengket yang dibuat hari ini bebas PFOA, tetapi itu tidak berarti tidak terikat oleh lebih dari 4.700 PFA baru yang dibuat untuk menggantikannya.
Beberapa PFA baru juga dikenal sebagai PFA rantai pendek yang telah dikaitkan dengan berbagai risiko masalah kesehatan.
2. Perabot atau karpet anti-noda
Baca Juga: Gelar Edukasi Penanganan Kanker Terlama, RS Ini Cetak Rekor dari MURI
Perabotan dan karpet Anda bisa menjadi tempat bahan kimia PFA yang berbahaya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa pelapis tahan noda yang digunakan pada karpet, pelapis, dan kain lainnya mungkin sarat dengan PFA.
Jika Anda memiliki bayi atau balita di rumah, sangat penting untuk mempertimbangkan bahan kimia yang berada di karpet Anda. Karpet adalah sumber utama PFA paparan untuk anak-anak kecil yang cenderung meletakkan tangan mereka di mulut mereka setelah menyentuh material.
"Orang dewasa mungkin akhirnya menelan PFA secara tidak sadar di rumah mereka. Bahan kimia dalam perabotan dan karpet Anda dapat mencemari debu rumah yang Anda hirup seiring waktu," kata Anna Reade, ilmuwan staf dengan Dewan Pertahanan Sumber Daya Nasional, mengatakan pada konferensi EWG PFAS.
3. Perlengkapan anti-air
Saat mengenakan pakaian anti-air seperti jas hujan, maka tanpa disadari Anda menggunakan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
4. Wadah tahan minyak
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak