Suara.com - Dokter Zaidul Akbar mengatakan qusthul hindi adalah tanaman obat atau herbal asal India yang berupa tanaman kayu dengan nama ilmiahnya saussurea costus.
Namun mengonsumsi qusthul hindi, lanjut Dokter Zaidul Akbar, akan percuma jika tidak dibarengi dengan pola hidup sehat.
Pasalnya, apapun herbalnya membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maksimal yaitu nutrisi yang baik. Nah, nutrisi yang baik ini bisa didapat dengan menerapkan pola hidup sehat.
"Saya bilang bahwa tubuh kita kerjanya itu sinergi, jadi kalau mau makan qusthul hindi sehari 1 kilogram, kalau nggak ada nutrisi di badan tidak akan bisa, jadi sama aja bohong," ujarnya di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip suara.com, Sabtu (7/8/2021)
Dokter Zaidul sendiri mengaku tidak pernah mengonsumsi qusthul hindi karena sulit didapatkan, mengingat herbal tersebut berasal dari India.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) itu juga menerangkan jika 75 persen sistem kekebalan tubuh berada di saluran cerna, sehingga keunggulan herbal bisa difokuskan untuk memperbaiki kesehatan lambung,
Terkhusus untuk qusthul hindi, dr. Zaidul mengingatkan agar digunakan secara waspada, lantaran herbal tersebut bersifat panas, yang bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan.
"Ketika orang mengonsumsi qusthul hindi jangan sampai kekurangan air, karena sifatnya panas. Di Indonesia juga herbal seperti itu, seperti kapulaga, sereh, lengkuas itu panas semua," terang dr. Zaidul.
Sekadar informasi, ekstrak qusthul hindi digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, dan dikenal dengan nama minyak atsiri.
Baca Juga: Dikenal Sebagai Jamu, Ini Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan
Qusthul hindi banyak tumbuh subur di dataran tinggi beriklim alphine.
Kerap digunakan selama berabad-abad lamanya di Tibet dan obat tradisional China, karena tanaman ini diyakini punya efek anti-inflamasi, antimikroba, dan analgesik atau penghilang rasa sakit pada manusia.
Jika di India dikenal dengan sebutan qusthul hindi, tanaman ini mendapat sebutan yang berbeda di berbagai negara.
Di Jepang misalnya, qusthul hindi disebut Mokkou, sedangkan dalam pengobatan tradisional China disebut Mu Xiang.
Sejenis tanaman herbal yang bersifat panas ini mengandung senyawa yang disebut terpen yang bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan, dengan bekerja menekan enzim siklooksigenase atau COX.
COX adalah sejenis enzim yang biasanya ditargetkan oleh obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen dan anaproxen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem