Suara.com - Vaksinasi Covid-19 kini sudah boleh dilakukan kepada ibu hamil, demi menekan angka penularan sekaligus kematian yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Vaksinasi untuk ibu hamil pun sudah mendapatkan rekomendasi dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), yang menyebut vaksin Covid-19 aman diberikan untuk ibu hamil.
Lalu, apa saja hal yang harus diketahui ibu hamil sebelum mendapatkan vaksinasi Covid-19?
1. Jenis vaksin yang digunakan
Dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Primaya Hospital Sukabumi mengatakan seluruh vaksin yang sudah mendapat izin dari BPOM boleh diberikan kepada ibu hamil.
Hal ini berarti semua aksin baik yang bersifat inactivated, mRNA, maupun virus vector boleh digunakan, termasuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac, AstraZenenca, Moderna, Pfizer, maupun Sinopharm dan J&J.
2. Prioritas pemberian vaksin
dr. Michelle mengatakan seluruh ibu hamil berhak mendapatkan vaksin Covid-19. Namun ada kelompok prioritas yang disarankan mendapatkan vaksin lebih dulu.
Kelompok prioritas tersebut yakni ibu hamil yang berusia diatas 35 tahun yang disertai komorbid(contoh hipertensi, penyakit jantung, penyakit autoimun, penyakit ginjal, atau Diabetes Melitus terkontrol), mengalami obesitas, dan berprofesi sebagai tenaga kesehatan.
Baca Juga: Pakar Ungkap Alasan Hanya Sebagian Ibu Hamil yang Bisa Disuntik Vaksin Covid-19
3. Jarak antar vaksinasi
dr. Idries Tirtahusada, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Primaya Hospital Bhakti Wara mengatakan jarak antara vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil sama seperti vaksinasi untuk kelompok masyarakat umum.
"Tidak ada perbedaan pemberian jarak interval vaksin bagi ibu hamil dan masyarakat pada umumnya. Dosis pertama dan kedua dilakukan sesuai dengan interval atau jarak pemberian masing-masing vaksin. Misalkan, sinovac kita berikan dalam jangka waktu 28 hari sedangkan astrazeneca diberikan dalam jangka waktu 2 hingga 3 bulan," ujarnya.
4. Kondisi ibu hamil yang tidak boleh divaksinasi
dr Michelle menyebut ada kondisi di mana ibu hamil tidak disarankan mendapat suntikan vaksin Covid-19. Yakni ibu hamil dengan kondisi usia kehamilan terlalu muda dan terlalu tua.
"Pemberian vaksinasi dianjurkan diberikan pada usia kehamilan 12-33 minggu. Atau dapat dilakukan setelah trimester kedua dengan pertimbangan bahwa trimester pertama merupakan periode pembentukkan organ-organ bayi," kata dr. Michelle lagi.
Berita Terkait
-
5 Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Kulit Glowing Bebas Flek Hitam
-
4 Merk Bedak Tabur yang Aman untuk Bumil, Tetap Glowing Selama Kehamilan Tanpa Was-was
-
5 Moisturizer untuk Ibu Hamil Saat Berjerawat, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah
-
4 Sunscreen Wardah untuk Ibu Hamil, Formula Aman dan Anti Iritasi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance