Suara.com - Seorang dokter mengunggah foto profil kocak, usai mendapat tuduhan sebagai influencer viral yang menyerobot vaksin Moderna khusus tenaga kesehatan.
Dalam cuitannya di akun centang biru @Ferdiriva, dokter mata dr Ferdiriva Hamzah, Sp.M(K), mengunggah foto profil yang bertruliskan 'Dokter Mata' untuk mempertegas profesinya.
"Berhubung lumayan banyak yang nuduh aku influencer kok dapat Moderna? Kuganti ajalah profile pic ku untuk sementara ya," cuitnya.
Seakan ingin meledek netizen yang menuduh, Ia bahkan mengganti nama akunnya menjadi Dokter Mata Berijazah.
Cuitannya ini pun disukai lebih dari 1.500 pengguna Twitter. Tak hanya itu, foto profil kocak ini memancing komentar dari netizen dan juga sejawat dokter lainnya.
"Kolektor mainan kok dapat vaksin moderna," ungkap dr. Jaka Pradipta.
"Nanti ini dikira acara talk show lho dok. Mending profile pic gambar jadwal praktek," tambah warganet lain.
Ada juga komentar dari netizen lainnya, yang menyebut foto profil dokter tidak sah jika tanpa bukti ijazah dan surat praktek.
"Yang beneran dokter dan ada prakteknya malah gak ada yang percaya," ungkap warganet.
Baca Juga: Kisah Gadis Kecil Hadiri Nikahan Ayah Hingga Menangis Dalam Pelukan, Tamu Ikut Mewek
"Mendingan ganti pake foto surat praktek aja. Kalau begini nanti cuma dibilang ngaku-ngaku," tambah warganet.
"Masih kurang meyakinkan Pak. Takutnya orang-orang malah ngira kalau ada penyanyi ngeluarin single berjudu; ‘Dokter Mata’," tanggap warganet.
Sebelumnya, viral postingan seseorang yang diduga influencer mendapat suntika ketiga vaksin Modernya yang sejatinya dikhususkan untuk tenaga kesehatan.
Hal itu terungkap dari unggahan akun Instagram @johandjayanto.
"Tadi siang ada teman gue tiba-tiba cerita kalau teman dia yang influencer (bokapnya pengusaha) hari ini dapat vaksin dosis ketiga Moderna (yang seharusnya buat nakes)" kata Johan seperti dikutip Suara.com, Rabu (28/7/2021).
Dalam gambar yang sama juga terlihat jelas logo DPRD DKI Jakarta.
Berita Terkait
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh